Ekonomi

Danantara Dorong Hilirisasi Riset untuk Sektor Kreatif

Jakarta, Maret.id — Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, mengajak institusi pendidikan untuk memperkuat kolaborasi dalam hilirisasi hasil riset untuk mendukung ekonomi nasional. Menurutnya, inovasi dari kampus dapat menjadi fondasi pengembangan berbagai sektor strategis di luar mineral.

Rosan menjelaskan bahwa hilirisasi merupakan salah satu prioritas pemerintah untuk mendorong investasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Responnya juga sangat baik karena hilirisasi ini adalah salah satu prioritas, bukan hanya dari investasi, tetapi juga dari pertumbuhan perekonomian kita,” kata Rosan dalam acara Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di Jakarta, Sabtu, 27 Juni 2026.

Ia juga menyampaikan bahwa kontribusi investasi hilirisasi terhadap total foreign direct investment (FDI) di Indonesia terus meningkat. Saat ini, kontribusi tersebut telah mencapai sekitar 30 persen dari total investasi asing yang masuk, naik dari sebelumnya yang hanya sebesar 25 persen.

Rosan mengakui bahwa selama ini investasi hilirisasi masih didominasi oleh sektor mineral. Namun, sesuai arahan Presiden, Danantara mulai memperluas investasi ke sektor perikanan, kelautan, perkebunan, dan pertanian. “Kami juga mengupayakan semaksimal mungkin investasi di bidang hilirisasi yang saat ini mungkin masih berfokus di mineral,” ujarnya.

Ia mencontohkan bahwa investasi pada sektor kelapa sawit dan kelapa yang nilainya belum sebesar sektor mineral namun mampu menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja. Rosan berharap perguruan tinggi dapat memberikan masukan agar proses hilirisasi semakin efisien, produktif, dan memberikan nilai tambah. “Kami mengharapkan sekali masukan dari seluruh universitas agar hilirisasi ini bisa menjadi lebih baik, lebih efisien, dan juga lebih produktif ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto menegaskan bahwa Danantara membuka ruang kolaborasi bagi hasil penelitian yang dilakukan perguruan tinggi. “Berbagai penelitian-penelitian yang berjalan itu diundang untuk bisa berinteraksi dengan Danantara,” kata Brian.

Ia berharap hasil riset dan inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat dikembangkan bersama Danantara, sehingga dapat memiliki nilai komersial yang lebih besar dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat serta industri nasional.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button