Ekonomi

Likuiditas Himbara Longgar, Purbaya: Bos Bank BUMN Antusias

Jakarta, Maret.id — Purbaya menyatakan likuiditas perbankan menjadi lebih longgar setelah pemerintah menempatkan kembali dana di bank-bank Himbara dalam beberapa hari terakhir.

Pernyataan itu disampaikan pada media briefing di kantornya pada Sabtu, 27 Juni 2026.

“Dia nari-nari,” ujar Purbaya, pejabat pemerintah.

Menurut Purbaya, para direksi Himbara sempat diliputi kekhawatiran menyusul ketatnya kondisi likuiditas setelah pemerintah menarik sebagian dana kas yang ditempatkan di bank-bank pelat merah.

“Mereka datang ke tempat rapat tadi deg-degan. Sudah mau marah segala macam. Begitu saya kasih (SAL), mereka happy. Kepalanya jadi nggak berasap katanya,” ujar Purbaya, pejabat pemerintah.

Ia mengungkapkan bahwa selama dua pekan terakhir pimpinan Himbara terus memantau kondisi likuiditas bank masing-masing hingga nyaris tidak memiliki waktu istirahat, termasuk pada akhir pekan.

“Rupanya mereka setiap hari monitor kondisi likuiditas bank dalam dua minggu terakhir. Jadi hampir nggak istirahat, termasuk Sabtu-Minggu. Jadi begitu dikasih, saya bilang besok libur saja semua. Sabtu bisa libur, Minggu,” ujar Purbaya, pejabat pemerintah.

Purbaya menilai kondisi likuiditas kini lebih baik dibanding perkiraan sebelumnya dan menyebut dana SAL ditempatkan pada anggota Himbara, yakni Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan BSI.

Pemerintah, katanya, belum berencana memperluas penempatan dana ke bank lain dan mengandalkan mekanisme pasar antarbank agar likuiditas mengalir ke seluruh sistem keuangan.

“Nggak, untuk semangatnya seperti itu. Karena kalau mereka cukup, otomatis uangnya akan mengalir ke sistem keuangan, artinya ke bank-bank yang lain melalui pasar interbank,” ujar Purbaya, pejabat pemerintah.

Selain melalui pasar antarbank, Purbaya mengatakan dana tersebut juga akan tersebar ketika kredit yang disalurkan Himbara digunakan oleh debitur dan berpindah ke rekening di bank lain.

“Maupun kalau orang yang pinjam ke situ kan larinya nggak di bank situ. Nggak selalu di bank itu lagi. Pinjam, pindah ke bank lain. Itu yang namanya proses penciptaan uang. Jadi kita memaksa sistem finansial kita hidup melalui invisible hand yang kita kendalikan,” ujar Purbaya, pejabat pemerintah.

Purbaya menjelaskan pemerintah telah meningkatkan total penempatan SAL di Himbara menjadi Rp400 triliun setelah sebelumnya menarik sebagian dana yang ditempatkan di bank-bank BUMN tersebut.

“Kemarin sudah diambil Rp100 triliun kalau enggak salah, sisa Rp170 triliun di sana. Saya balikin lagi jadi Rp200 triliun yang jangka panjang, tambah Rp100 triliun lagi yang jangka tiga sampai empat bulan, terus tambah lagi yang fleksibel Rp100 triliun, jadi total Rp400 triliun,” ujar Purbaya, pejabat pemerintah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button