Harga Minyak Dunia Naik, Konflik AS

Jakarta, Maret.id — Pada pembukaan perdagangan terpantau harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 0,71 persen menjadi 69,72 Dolar AS per barel, sedangkan Brent menguat 0,36 persen ke 72,25 Dolar AS per barel.
WTI masih berada di bawah level 70 Dolar AS per barel setelah sempat menembus turun pada Jumat lalu untuk pertama kalinya sejak perang Iran pecah pada akhir Februari.
Kenaikan harga terjadi setelah AS melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.
Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran bahwa pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah dapat terganggu.
Di saat yang sama, muncul laporan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri konflik AS-Iran di Swiss sempat ditangguhkan.
“Tidak ada yang dibatalkan. Pembicaraan teknis mengenai implementasi nota kesepahaman tetap berjalan sesuai rencana…” ujar pejabat senior pemerintahan AS.
Pejabat AS lainnya menyatakan pembahasan teknis akan terus berlanjut dan menegaskan upaya menjaga keamanan jalur pelayaran agar kapal-kapal tetap dapat melintas.
Sementara itu, Presiden Donald Trump menyatakan militer AS menyerang lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar pantai Iran sebagai respons atas pelanggaran gencatan senjata.
Ketegangan juga meluas ke kawasan Teluk, dengan Kuwait dan Bahrain melaporkan adanya serangan rudal dan pesawat nirawak dalam semalam.
Bagi pasar energi, situasi ini meningkatkan ketidakpastian karena setiap gangguan di Selat Hormuz berpotensi menghambat distribusi minyak dunia dan mendorong harga minyak terus bergerak naik.
Pelaku pasar dan otoritas pelayaran diperkirakan akan terus memantau perkembangan di lapangan karena dampaknya dapat segera tercermin pada pasokan dan harga global.





