Harga Energi Global Tetap Menentukan Arah Inflasi RI

Jakarta, Maret.id — Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman mengatakan kenaikan harga Pertamax diperkirakan menyumbang sekitar 0,25 persen terhadap inflasi pada Juni 2026.
“Untuk sementara, hitungan kami lebih kurang berkontribusi sekitar 0,25 persen kepada inflasi,” ujar Aida S. Budiman, Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Juni 2026 yang digelar secara virtual pada Kamis, 18 Juni 2026.
Proyeksi tersebut mendekati realisasi yang dicatat Badan Pusat Statistik (BPS).
BPS mencatat inflasi Indonesia pada Juni 2026 sebesar 3,34 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan inflasi bulanan mencapai 0,04 persen dan inflasi tahun kalender sebesar 1,79 persen.
Dalam laporan inflasi Juni 2026, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi dengan andil 0,28 persen, di mana komoditas bensin sendiri memberikan kontribusi sebesar 0,21 persen.
“Rambatan global langsung terlihat pada administered prices atau harga-harga yang ditentukan pemerintah. Ada harga BBM nonsubsidi yang naik seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, tetapi ada juga yang turun seperti Dexlite dan Pertamax Dex. Pergerakan ini akan mengikuti perkembangan harga energi global,” ujar Aida S. Budiman, Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Menurut BPS, salah satu faktor yang memengaruhi inflasi selama Juni adalah penyesuaian harga BBM non-subsidi yang dilakukan dua kali dalam sebulan, yakni pada 1 Juni untuk Pertamax Turbo dan pada 10 Juni untuk Pertamax.
Perubahan harga tersebut kemudian mendorong kenaikan biaya transportasi dan menjadi salah satu sumber tekanan inflasi pada bulan tersebut.





