Pasar Kripto Stagnan, Bitcoin Sentuh 62.400 Dolar AS

Jakarta, Maret.id — Pasar Bitcoin menguat setelah arus masuk besar pada ETF Bitcoin spot AS yang tercatat pada 2 Juli 2026. Arus masuk bersih pada hari itu mencapai 221,7 juta Dolar AS, mengakhiri tren arus keluar selama 10 hari yang sebelumnya telah menembus lebih dari 2,7 miliar Dolar AS, dengan ETF FBTC milik Fidelity menjadi penyumbang terbesar sekitar 166 juta Dolar AS.
Berakhirnya arus keluar dana tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa minat investor institusi mulai kembali. Selama beberapa pekan terakhir arus keluar dari ETF dianggap sebagai pertanda negatif karena mencerminkan berkurangnya permintaan dari investor besar, sehingga pembalikan arus ini memberi harapan bahwa tekanan jual mulai mereda.
Sentimen positif juga didukung kondisi ekonomi AS setelah laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan. Laporan menunjukkan penambahan hanya 57 ribu lapangan kerja dibanding ekspektasi 110 ribu, memunculkan harapan bahwa tekanan inflasi mereda dan peluang kenaikan suku bunga tambahan menjadi lebih kecil sehingga mendukung aset berisiko seperti Bitcoin.
Likuidasi posisi short atau taruhan terhadap penurunan harga Bitcoin mencapai sekitar 61,85 juta Dolar AS dalam 24 jam terakhir. Penutupan paksa posisi short tersebut turut mendorong kenaikan harga karena pelaku pasar harus membeli kembali Bitcoin untuk menutup posisi mereka.
Dalam jangka pendek pelaku pasar akan mencermati apakah arus masuk dana ke ETF dapat berlanjut. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level support 61.377 Dolar AS, peluang menguji level resistance di kisaran 63.619 Dolar AS masih terbuka.
Pasar juga menunggu perkembangan pembahasan Bitcoin Clarity Act di Senat AS yang berpotensi menjadi sentimen tambahan bagi pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan.
Secara keseluruhan prospek Bitcoin masih cenderung positif, didukung oleh kembalinya permintaan dari investor institusi dan membaiknya sentimen makroekonomi. Namun reli ini masih memerlukan konfirmasi melalui arus masuk ETF yang konsisten, dan jika harga turun menembus level 61.377 Dolar AS Bitcoin berisiko kembali menguji area support berikutnya di sekitar 58.000 Dolar AS.
Pergerakan ini berimplikasi pada likuiditas pasar kripto global dan menjadi perhatian para investor serta regulator di berbagai yurisdiksi, termasuk Indonesia. Pelaku pasar domestik diharapkan memantau arus ETF dan perkembangan kebijakan AS untuk menilai kelanjutan tren di pasar lokal.





