Ekonomi

Bank Mandiri Taspen Bangun Ekosistem Pensiun untuk Investasi

Jakarta, Maret.id — Bank Mandiri Taspen menyusun ekosistem layanan bagi masyarakat usia lanjut seiring perubahan demografi yang meningkatkan jumlah lansia di Indonesia.

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan menilai lonjakan jumlah lansia menjadi tantangan yang wajib dihadapi industri keuangan.

“Siap enggak siap harus dihadapi. Siap enggak siap ketemu juga masa itu,” kata Panji Irawan, Direktur Utama Bank Mandiri Taspen.

Pernyataan itu disampaikan dalam Media Gathering Bank Mandiri Taspen di Bali, Jumat, 3 Juli 2026.

Panji mengatakan kebutuhan masyarakat di usia lanjut jauh lebih kompleks dibanding sekadar menerima dana pensiun bulanan.

“Kami ingin para senior citizen bisa live longer, live happier,” kata Panji Irawan, Direktur Utama Bank Mandiri Taspen.

Bank Mandiri Taspen meluncurkan inisiatif Life Begins at 40 untuk mendorong persiapan pensiun dimulai sejak usia 40 tahun.

Program tersebut menyediakan edukasi investasi, pengelolaan aset, peluang usaha, dan perencanaan keuangan agar calon pensiunan tidak bergantung penuh pada uang pensiun bulanan.

“Empat puluh menuju lima puluh delapan atau enam puluh itu masih ada sekitar delapan belas tahun. Di situlah orang mestinya sudah mulai benar-benar mempersiapkan masa pensiunnya,” kata Panji Irawan, Direktur Utama Bank Mandiri Taspen.

Panji mencontohkan persiapan dapat berupa pembangunan aset produktif melalui Surat Utang Negara, obligasi korporasi, emas, atau merintis usaha sesuai minat.

Perubahan demografi juga mendorong bank menyiapkan produk baru, termasuk skema reverse mortgage yang memungkinkan pemilik rumah memperoleh dana dengan menjadikan rumah sebagai agunan tanpa menjualnya.

Panji menyatakan skema reverse mortgage banyak diterapkan di negara lain dan relevan bagi populasi lansia Indonesia.

“Di luar negeri produknya sudah ada. Tinggal bagaimana kita menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat Indonesia dan ketentuan regulator,” kata Panji Irawan, Direktur Utama Bank Mandiri Taspen.

Bank Mandiri Taspen juga memetakan kebutuhan pembiayaan senior living, layanan kesehatan khusus lansia, rumah sakit untuk penderita demensia, dan produk investasi berbasis emas.

Selain layanan keuangan, bank menilai perlu hadir memenuhi kebutuhan kesehatan, perjalanan wisata, komunitas, dan layanan lain yang menunjang kualitas hidup lansia.

Perusahaan beralih dari peran sebagai penyalur kredit pensiunan menjadi bagian dari ekosistem kehidupan masyarakat lanjut usia.

Bank menjalin kerja sama dengan rumah sakit, perguruan tinggi, kementerian, biro perjalanan, komunitas pensiunan, dan mitra lain terkait kebutuhan senior citizen.

Melalui komunitas Mantap Indonesia, para pensiunan didorong tetap aktif lewat olahraga, pemeriksaan kesehatan berkala, dan aktivitas ekonomi seperti penjualan produk UMKM.

Sejumlah kantor cabang menyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan bagi pensiunan yang mengambil dana pensiun.

Perubahan visi juga diimplementasikan ke strategi bisnis, termasuk mendampingi nasabah lebih awal daripada sebelumnya.

Head of Strategic & Performance Management Bank Mandiri Taspen Agus Syaiful Anwar mengatakan pendampingan yang dimulai tiga tahun sebelum pensiun dinilai tak cukup untuk kesiapan finansial dan mental.

“Kalau masuknya tiga tahun sebelum pensiun itu terlambat. Secara mental orang belum siap beralih menjadi wirausaha karena selama puluhan tahun terbiasa menjadi pegawai,” kata Agus Syaiful Anwar, Head of Strategic & Performance Management Bank Mandiri Taspen.

Dalam kerangka itu, Bank Mandiri Taspen memperkenalkan program 40 Plus yang menyasar masyarakat sejak usia produktif.

Perseroan menegaskan strategi baru tidak meninggalkan bisnis utama di segmen pensiunan, melainkan menemani nasabah sejak usia produktif agar siap finansial dan mental saat pensiun.

Sebagai bagian pengembangan ekosistem, perusahaan menggandeng kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, BUMN, dan menyiapkan greenhouse sebagai inkubator usaha bagi calon pensiunan di sektor pertanian dan perkebunan.

Di ranah produk digital, Bank Mandiri Taspen menjajaki kerja sama dengan Pegadaian untuk menghadirkan layanan investasi emas melalui aplikasi Movin.

“Tahun ini kami harapkan referral tabungan emas sudah bisa berjalan. Tahun depan kami masuk ke cicil emas, kemudian roadmap berikutnya menjadi Bullion Bank ketika persyaratan modal sudah terpenuhi,” kata Agus Syaiful Anwar, Head of Strategic & Performance Management Bank Mandiri Taspen.

Perseroan juga mengembangkan aplikasi Movin agar menjadi pintu masuk layanan untuk masyarakat usia 40 tahun ke atas, meliputi kesehatan, investasi, dan gaya hidup.

Bank menilai langkah ini bagian dari persiapan menghadapi Indonesia yang semakin menua agar lansia dapat menjalani masa tua dengan lebih sehat, aktif, dan sejahtera.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button