22 BUMN Catat Lonjakan Laba Usai Satu Tahun Diurus Danantara

Jakarta, Maret.id — Data per April 2025–April 2026 menunjukkan 22 BUMN mencatat lonjakan laba signifikan, termasuk satu yang tumbuh hingga 1.339 persen.
Pakar dan praktisi komunikasi M. Fariza Irawady menilai perkembangan itu menunjukkan visi Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kemandirian ekonomi nasional diterjemahkan menjadi kinerja terukur.
“Presiden Prabowo telah menyalakan api harapan bangsa melalui visi pembangunan yang jelas. Danantara kemudian menjadi instrumen yang menerjemahkan harapan itu menjadi hasil nyata yang mulai dapat dirasakan,” kata M. Fariza Irawady, pakar sekaligus praktisi komunikasi.
Fariza mengatakan kekuatan utama Danantara terletak pada kemampuannya menjembatani visi strategis negara dengan pengelolaan investasi profesional.
Di bawah kepemimpinan CEO Rosan Roeslani, Danantara berfungsi sebagai motor konsolidasi aset dan penguatan tata kelola investasi negara, menurut Fariza.
Pertamina menjadi penyumbang laba terbesar dengan capaian Rp24,97 triliun, naik Rp11 triliun atau 80 persen dari Rp13,9 triliun pada periode sebelumnya.
PT Pupuk Indonesia membukukan kenaikan laba dari Rp1,59 triliun menjadi Rp4,82 triliun atau tumbuh 202 persen.
Di sektor perbankan, BRI mencatat laba Rp21,2 triliun (naik 15 persen) dan Bank Mandiri Rp21,3 triliun (naik 13 persen).
BNI mencatat laba Rp7,2 triliun (naik 6 persen) dan BSI Rp2,8 triliun (naik 18 persen).
Bank BTN mencatat pertumbuhan laba tertinggi di antara seluruh BUMN, yakni 1.339 persen menjadi Rp1,4 triliun.
MIND ID di sektor pertambangan meraih laba Rp14,1 triliun (naik 31 persen), sementara Pegadaian mencatat laba Rp4,3 triliun (naik 87 persen).
Pelindo meraih laba Rp1,5 triliun (naik 169 persen) dan InJourney membukukan laba Rp300 miliar (naik 33 persen).
Perbaikan juga terjadi pada sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi, antara lain PT Krakatau Steel yang berbalik dari rugi Rp981 miliar menjadi laba Rp635 miliar.
PT Danareksa berubah dari rugi Rp72 miliar menjadi laba Rp43 miliar, dan PT Kimia Farma berbalik dari rugi Rp160 miliar menjadi laba Rp108 miliar.
PT Len Industri berbalik dari rugi Rp228 miliar menjadi laba Rp314 miliar, sedangkan PT Semen Indonesia beralih dari rugi Rp66 miliar menjadi laba Rp106 miliar.
PT Agrinas Pangan meningkat dari rugi Rp12 miliar menjadi untung Rp465 miliar, sementara PT Adhi Karya melesat menjadi laba Rp69 miliar atau tumbuh 667 persen.
Seluruh pemulihan ini merupakan hasil restrukturisasi dan dukungan permodalan dari Danantara Asset Management (DAM).
Hasil meningkatnya laba BUMN dipandang memperkuat upaya konsolidasi aset negara dan memperkuat kemandirian ekonomi yang menjadi fokus kebijakan nasional.





