Ekonomi

ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar Perkuat Tata Kelola

Jakarta, Maret.id — Indonesia Crowdfunding Exchange (ICX), sebelumnya bernama LandX, memasuki fase pertumbuhan setelah dua tahun memperketat tata kelola dan pengawasan.

Platform ini memperluas jangkauan pasar dengan menonjolkan kualitas kurasi dan manajemen risiko sebagai keunggulan kompetitif.

Sejumlah perusahaan penerbit di platform ICX telah mengeksekusi mekanisme buyback dengan nilai kumulatif lebih dari Rp71 miliar hingga pertengahan tahun 2026.

Eksekusi exit investasi tersebut telah mendistribusikan kembali hak investasi kepada 7.924 investor di seluruh Indonesia.

Direktur Utama Indonesia Crowdfunding Exchange, Romario Sumargo, mengatakan fase perlambatan pada 2023-2026 yang hanya melisting satu penerbit baru merupakan strategi rekalibrasi. “Di saat industri SCF memasuki era penegakan kepatuhan yang lebih ketat melalui fase penguatan integritas oleh regulator, langkah mitigasi yang telah kami lakukan sejak awal kini menjadi batu loncatan utama untuk berakselerasi,” ujar Romario Sumargo, Direktur Utama Indonesia Crowdfunding Exchange.

Strategi rekalibrasi tersebut menjadi modal ICX untuk memperluas penetrasi pasar pada paruh kedua 2026.

Dari total 46 penerbit yang pernah difasilitasi oleh ICX, 16 penerbit tercatat berhasil menjalankan komitmen buyback atau exit sepenuhnya. Sektor bisnis makanan & minuman serta properti menjadi kontributor dominan dalam realisasi buyback tersebut.

Keberhasilan buyback didorong oleh efisiensi pemanfaatan modal pasca-pendanaan, perputaran arus kas yang sehat, dan tata kelola bisnis yang baik.

Hingga kini ICX telah memfasilitasi penghimpunan dana sebesar Rp233 miliar dari sekitar 23 ribu pemodal yang disalurkan ke 46 penerbit.

Salah satu penerbit yang sukses, Fitness Plus, melaksanakan buyback untuk tiga proyek dengan total nilai Rp9,1 miliar. “Seiring pertumbuhan bisnis yang kami capai, eksekusi buyback untuk 3 project sebesar Rp9,1 miliar menjadi bentuk komitmen dan apresiasi tertinggi kami kepada investor yang telah memberikan kepercayaan sejak awal,” ujar Dith Satyawan, perwakilan Fitness Plus.

Merek lain, PT Nmw Pratama Unggul (NMW Aesthetic Clinic & Dermatologi), juga merealisasikan buyback sebesar Rp10 miliar.

ICX menyatakan keterbukaan informasi dengan mengumumkan empat penerbit yang mengalami stagnasi operasional dan kesulitan usaha. Sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi OJK, ICX menjatuhkan status delist pada satu penerbit sementara tiga lainnya dalam proses delisting dan difasilitasi penyelesaian hak pemodal semaksimal mungkin.

Melihat prospek beberapa tahun ke depan, ICX optimis industri SCF akan semakin matang seiring meningkatnya literasi risiko investor. “Pada akhirnya, keberhasilan sebuah platform tidak hanya diukur dari seberapa cepat dana dihimpun di awal. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana perusahaan yang memperoleh pendanaan mampu bertumbuh, menciptakan nilai, dan menjaga kepercayaan investor dalam jangka panjang,” ujar Romario Sumargo, Direktur Utama Indonesia Crowdfunding Exchange.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button