Perluasan Pasar Ekspor Perkuat Ketahanan Perdagangan

Jakarta, Maret.id — Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), M Rizal Taufikurahman, mengatakan diversifikasi pasar ekspor perlu diarahkan ke kawasan Asia Selatan, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, serta memperkuat perdagangan intra-ASEAN.
Menurut Rizal, saat ini ekspor nonmigas Indonesia masih terkonsentrasi ke sejumlah negara utama seperti China, Jepang, dan Australia sehingga kinerja ekspor rentan terhadap perlambatan ekonomi dan gejolak geopolitik di negara tujuan tersebut.
Untuk itu, ia menilai pemerintah perlu menyiapkan strategi yang lebih komprehensif guna membuka akses ke pasar-pasar baru.
“Pemerintah perlu memperkuat diplomasi dagang, percepatan PTA/FTA, pembiayaan ekspor, standardisasi ESG dan traceability, serta agregasi UMKM ekspor agar produk Indonesia bisa masuk ke rantai pasok baru yang sedang terbentuk akibat fragmentasi global,” ujar M Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef).
Ia menambahkan perluasan pasar ekspor harus diiringi dengan peningkatan daya saing produk dalam negeri agar Indonesia tidak hanya memperluas akses pasar internasional tetapi juga memanfaatkan perubahan rantai pasok global untuk mendorong pertumbuhan ekspor yang lebih berkelanjutan.
Rizal menyatakan strategi diversifikasi pasar menjadi pelengkap transformasi struktur ekspor nasional melalui pengurangan ketergantungan pada komoditas mentah dan peningkatan porsi produk bernilai tambah untuk memperkuat daya saing di pasar global.
Langkah-langkah tersebut, menurut Rizal, dinilai krusial bagi pelaku UMKM, sektor manufaktur, serta kebijakan pembiayaan dan standar yang mendukung akses ke rantai pasok internasional.





