Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Perempuan Jawa Tengah

Jakarta, Maret.id — Bank Mandiri memperkuat perannya mendorong perekonomian kerakyatan dan menciptakan dampak sosial berkelanjutan dengan menyalurkan bantuan sarana usaha di Desa Wonosari, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Bantuan konkret berupa mesin tetas telur, perlengkapan, dan peralatan lain diserahkan kepada Koperasi Pemasaran Widuri Karya Nusantara.
Dukungan itu merupakan bagian dari kolaborasi multipihak dalam Program Nasional Miskin Ekstrem Pasti Kerja “Emak-Emak Jadi Pengusaha” yang diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.
Melalui program ini, bank bersandi saham BMRI memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan penciptaan peluang usaha produktif bagi masyarakat rentan.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan bantuan dirancang untuk memperkuat model usaha produktif berbasis kawasan melalui budidaya Ayam Elba sebagai ayam petelur berbasis lokal yang mengintegrasikan rantai nilai mulai penetasan bibit hingga pemasaran.
Adhika menyampaikan hal itu dalam keterangan tertulis, Senin 6 Juli 2026.
“Ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus melayani sepenuh hati dengan menghadirkan program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong kemandirian ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri.
Program ini menyasar perempuan produktif usia 18-45 tahun dari keluarga penerima bantuan sosial desil 1 hingga 4 di Desa Wonosari sebagai pelaku utama usaha pembesaran ayam petelur yang diharapkan menjadi sumber pendapatan baru keluarga.
Menurut Adhika, pemberdayaan perempuan menjadi fokus utama karena perempuan berperan strategis sebagai penggerak ekonomi rumah tangga namun banyak yang menghadapi keterbatasan akses modal, pelatihan, dan peluang usaha.
Sinergi ekosistem layanan yang melibatkan koperasi sebagai offtaker kawasan juga diupayakan untuk memastikan keberlanjutan usaha para penerima manfaat.
Koperasi Pemasaran Widuri Karya Nusantara akan mengumpulkan hasil produksi dan mendistribusikan telur dengan mekanisme harga yang adil dan stabil untuk memberikan kepastian pasar.
Inisiatif ini juga menjawab kebutuhan masyarakat akan sumber protein hewani berkualitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.
Kemampuan produksi bibit secara mandiri melalui mesin tetas diharapkan menciptakan rantai pasok yang lebih efisien dan berdaya saing bagi masyarakat setempat.
“Keunggulan yang berkelanjutan tidak hanya tercermin dari keberhasilan usaha yang tumbuh, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk mandiri dan menciptakan dampak ekonomi yang terus berkembang,” ujar Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri.





