Harga Emas Spot Tergelincir dari Level Tertinggi Imbas Dolar

Jakarta, Maret.id — Harga emas tergelincir meski sempat menyentuh puncak beberapa minggu lalu karena pelaku pasar menimbang sinyal pengetatan yang lebih hati-hati dari Federal Reserve dan pergerakan nilai tukar Dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Senin, emas spot melemah 0,3 persen menjadi 4.163,64 Dolar AS per ons setelah sempat menyentuh posisi tertinggi sejak 22 Juni.
Sebaliknya, harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Agustus justru ditutup menguat 1 persen ke posisi 4.167,50 Dolar AS per ons.
Kenaikan Dolar AS sekitar 0,1 persen membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain sehingga menekan permintaan.
Data ketenagakerjaan AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja pada Juni melambat secara signifikan disertai revisi turun pada data penggajian dua bulan sebelumnya.
Pergerakan pasar tenaga kerja yang melambat mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, yang memberikan sentimen positif bagi emas karena aset tanpa imbal hasil ini biasanya kehilangan daya tarik saat suku bunga tinggi.
Dampak pergerakan logam mulia lain tercermin pada perak spot yang turun 0,3 persen menjadi 62,17 Dolar AS per ons dan platinum yang melemah 0,4 persen ke posisi 1.630,86 Dolar AS per ons.
Sementara itu paladium mencatat kenaikan tipis 0,1 persen ke level 1.275,43 Dolar AS per ons.
Kini fokus investor beralih pada rilis risalah rapat kebijakan moneter Federal Reserve yang diharapkan memberi petunjuk lebih jelas mengenai arah suku bunga ke depan.
Hasil risalah tersebut diperkirakan akan menentukan sentimen jangka pendek pada harga logam mulia global dan menjadi acuan bagi manajer investasi serta pelaku pasar yang memantau prospek inflasi dan pemulihan ekonomi.





