Ekonomi

Wall Street Merah, Ketegangan Timur Tengah Tekan Indeks AS

Jakarta, Maret.id — Indeks Wall Street ditutup melemah pada penutupan perdagangan Selasa, 7 Juli 2026, dengan S&P 500 turun 0,45 persen menjadi 7.503,85, Nasdaq Composite anjlok 1,16 persen ke 25.818,69, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,25 persen ke 52.925,15.

Nasdaq memimpin pelemahan setelah aksi jual mengincar saham-saham teknologi.

Dow sempat mencetak rekor tertinggi pada awal sesi sebelum berbalik melemah pada penutupan.

Sentimen pasar tertekan setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz, yang meningkatkan ketegangan geopolitik.

Konflik tersebut mendorong lonjakan harga minyak dan memperkuat kekhawatiran investor bahwa tekanan inflasi dapat kembali meningkat.

Selain faktor geopolitik, perhatian pelaku pasar kini tertuju pada risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Juni yang akan dipantau untuk petunjuk arah kebijakan The Fed.

Dokumen tersebut diharapkan memberi gambaran lebih jelas mengenai pandangan pejabat The Fed terhadap prospek inflasi dan arah suku bunga setelah bank sentral mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan terakhir.

Analis memperingatkan bahwa kombinasi ketegangan Timur Tengah dan potensi perubahan ekspektasi suku bunga dapat memperbesar volatilitas pasar global termasuk di kawasan Asia.

Investor domestik diperkirakan akan menyesuaikan portofolio mereka sambil menunggu data ekonomi berikutnya dan sinyal kebijakan dari bank sentral AS.

Pelaku pasar akan memantau perkembangan lebih lanjut terhadap harga minyak dan rilis risalah FOMC dalam beberapa hari mendatang.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button