Serangan AS ke Iran Tekan Harga Bitcoin di Pasar Global

Jakarta, Maret.id — Dikutip dari CoinMarketCap, Rabu, 8 Juli 2026, Bitcoin tercatat turun 1,02 persen ke level 62.490 Dolar AS.
Pelemahan ini sejalan dengan penurunan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan yang menyusut sekitar 0,97 persen.
Tekanan pasar dipicu meningkatnya sikap investor yang menghindari aset berisiko setelah memanasnya konflik pasca serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran.
Permintaan di pasar spot juga masih lemah sehingga belum menopang harga Bitcoin secara signifikan.
Meski ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus dana masuk sebesar 266 juta Dolar AS pada 7 Juli, aliran dana tersebut belum cukup mengubah sentimen pasar.
Inflow itu terjadi setelah beberapa pekan arus keluar sehingga investor masih cenderung berhati-hati.
Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini bergerak di sekitar level support penting di kisaran 62.000-62.500 Dolar AS.
Harga juga berada di area retracement Fibonacci 50 persen yang sering menjadi zona konsolidasi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.
Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir turun 18,64 persen, menandakan aktivitas transaksi masih relatif sepi.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 50,34 atau masih dalam kondisi netral sehingga pergerakan harga diperkirakan terbatas dalam kisaran tertentu.
Ke depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada rilis data inflasi Amerika Serikat di akhir Juli yang berpotensi memengaruhi sentimen terhadap aset berisiko.
Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda melandai, sentimen terhadap aset seperti Bitcoin berpeluang membaik, namun untuk saat ini area 62.000-62.500 Dolar AS tetap menjadi level krusial yang menentukan arah selanjutnya.





