Ekonomi

Saham Blue

Jakarta, Maret.id — Valbury Asia Futures memproyeksikan peluang investasi global masih terbuka lebar terutama pada emas dan saham blue-chip Amerika Serikat (AS).

Tim riset Valbury mencatat sepanjang kuartal II (Q2) 2026 pergerakan pasar berlangsung sangat dinamis.

Volatilitas tinggi tercatat pada komoditas emas, diikuti fluktuasi indeks saham global serta saham-saham teknologi AS.

“Memasuki Kuartal III 2026, kami memproyeksikan lanskap pasar yang tetap menjanjikan bagi para trader forex, komoditas serta saham global,” kata Valbury Asia Futures, Tim Riset.

Valbury menyebut ketidakpastian geopolitik global dan arah kebijakan suku bunga bank sentral menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar sepanjang April hingga Juni 2026.

Kondisi tersebut diperkirakan masih akan berlanjut sehingga menciptakan berbagai peluang di pasar forex, komoditas, maupun saham global.

“Komoditas emas masih akan menjadi aset safe-haven utama yang diburu investor di tengah penyesuaian kebijakan moneter global ekonomi makro,” kata Valbury Asia Futures, Tim Riset.

Pada pasar forex dan saham, Valbury melihat diversifikasi ke saham-saham blue-chip AS serta perdagangan pasangan mata uang utama masih memiliki tingkat likuiditas tinggi dan berpotensi memberikan peluang profit harian bagi trader aktif.

“Kami melihat pasar akan bergerak lebih dinamis, dan dengan dukungan platform trading serta edukasi melalui berbagai kanal resmi kami, kami optimistis dapat membantu nasabah menangkap peluang profit secara maksimal,” kata Caroline Haryono, Head of Marketing & Communication Valbury.

Optimisme itu sejalan dengan rencana Valbury memperluas edukasi kepada masyarakat melalui roadshow di sejumlah kota pada periode Juli hingga November 2026.

Perusahaan juga menyatakan upaya memperkuat layanan pasca perolehan peringkat A+++ dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button