Airlangga di Kadin: Perkuat Rantai Pasok, Amankan Pangan

Jakarta, Maret.id — Acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic menjadi forum dialog antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas diplomatik untuk membahas prospek ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia James T. Riady, serta puluhan duta besar negara sahabat.
Airlangga menyatakan antusiasme tinggi dari komunitas diplomatik terhadap kegiatan itu, dengan partisipasi 67 negara dan 34 duta besar hadir secara langsung.
“Pagi ini saya menghadiri acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic. Tadi lebih dari 60 negara, tepatnya 67 negara, dan ada 34 duta besar yang hadir langsung,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Ia menjelaskan forum itu memberi kesempatan bagi pemerintah untuk menyampaikan kondisi fundamental ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik dan perkembangan teknologi.
“Jadi, di tengah ketidakpastian, terutama selain terkait dengan konflik geopolitik yang belum selesai, baik di Ukraine maupun di Selat Hormuz, ditambah lagi ketidakpastian dengan teknologi disruption seperti artificial intelligence, Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi, terutama terkait dengan supply chain,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Pemerintah, ujar Airlangga, terus memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui penguatan rantai pasok serta menjaga kedaulatan pangan dan energi.
“Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi, terutama terkait dengan supply chain. Dan arahan Pak Presiden, kita perkuat dalam setiap ketidakpastian itu yang terkait dengan kedaulatan pangan dan kedaulatan energi,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
James T. Riady menyambut baik inisiatif pemerintah yang membuka ruang dialog bagi komunitas diplomatik dan pelaku usaha internasional.
“Dan ini hari juga kami senang sekali mendengar beberapa inisiatif baru yang surprising untuk kita semua adalah ke depan ini mengenai artificial intelligence akan merupakan satu center stage untuk Indonesia,” kata James T. Riady, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia.
Menurut James, forum memberi para duta besar gambaran langsung mengenai kondisi dan prospek ekonomi Indonesia yang penting untuk menumbuhkan kepercayaan investasi.
Diskusi menekankan perlunya memperkuat rantai pasok demi mengurangi kerentanan terhadap gangguan geopolitik dan disrupsi teknologi.
Penguatan kedaulatan pangan dan energi juga dibahas sebagai prioritas kebijakan yang diarahkan pemerintah demi ketahanan nasional.
Dialog tersebut diharapkan memperkuat sinergi kebijakan yang mendukung iklim investasi, ketahanan rantai pasok, dan penguasaan teknologi strategis untuk menjamin pertumbuhan berkelanjutan.





