Ekonomi

Gagal Uji Wainua Tekan Saham AstraZeneca Dua Hari Beruntun

Jakarta, Maret.id — Saham AstraZeneca kembali merosot lebih dari 3 persen pada Jumat setelah sehari sebelumnya, atau Kamis, anjlok 6,72 persen menyusul kegagalan uji klinis obat eksperimental Wainua.

Pelemahan itu menjadikan AstraZeneca sebagai salah satu penekan utama indeks FTSE 100 di Bursa London.

Dalam dua hari perdagangan, kapitalisasi pasar perusahaan dilaporkan menyusut sekitar 19 miliar poundsterling atau sekitar 24 miliar Dolar AS.

Sentimen negatif dipicu hasil uji klinis fase III CARDIO-TTRansform yang menunjukkan Wainua (eplontersen) gagal memenuhi target utama sebagai terapi untuk transthyretin-mediated amyloid cardiomyopathy (ATTR-CM).

Kegagalan uji klinis tersebut memicu keraguan investor terhadap prospek komersial Wainua padahal obat ini sebelumnya diproyeksikan mampu mencapai penjualan tahunan antara 3,3 miliar hingga lebih dari 6 miliar Dolar AS.

Tekanan terhadap saham AstraZeneca jauh lebih besar dibandingkan pelemahan sektor farmasi yang hanya turun sekitar 0,64 persen pada hari yang sama.

Beberapa pesaing justru mencatat penguatan, termasuk Alnylam Pharmaceuticals yang naik 7,39 persen dan BridgeBio Pharma yang melonjak 14,49 persen.

Mitra AstraZeneca dalam pengembangan Wainua, Ionis Pharmaceuticals, juga terpukul dengan penurunan harga saham hingga 20,34 persen.

Sejumlah analis menilai hasil uji klinis dipengaruhi tingginya penggunaan Vyndamax, obat pesaing milik Pfizer, oleh lebih dari 80 persen peserta penelitian sehingga menyulitkan penilaian efektivitas Wainua.

Meski demikian, sebagian analis meyakini kegagalan satu kandidat obat belum cukup untuk menggagalkan target jangka panjang AstraZeneca mencapai penjualan tahunan sebesar 80 miliar Dolar AS pada 2030.

Namun pasar diperkirakan akan meninjau kembali prospek lini pengembangan obat jantung perusahaan yang selama ini menjadi salah satu motor pertumbuhan.

Secara fundamental, AstraZeneca masih merupakan salah satu perusahaan farmasi terbesar dunia dengan pendapatan tahunan sekitar 58,74 miliar Dolar AS dan laba bersih 10,22 miliar Dolar AS.

Mayoritas analis Wall Street masih mempertahankan rekomendasi “Buy”, meski prospek perusahaan diperkirakan akan dievaluasi ulang setelah kegagalan uji klinis Wainua.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button