Ekonomi

MSCI Depak 18 Saham Indonesia! BEI Didesak Segera Benahi Ekosistem Pasar Modal Domestik!

Jakarta, Maret.id — Anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar, mendesak Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melakukan perbaikan mendesak pada ekosistem pasar modal domestik. Seruan ini muncul setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pencoretan 18 saham Indonesia dalam tinjauan berkala pada bulan Mei 2026.

Marwan Jafar, politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak pencoretan ini. “Ada 18 saham yang dicoret dari Indeks MSCI. Pemerintah dan BEI harus bergerak cepat melakukan pembenahan,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis, 14 Mei 2026.

Dampak Buruk Terhadap Pasar Saham

Marwan memperingatkan bahwa pencoretan massal ini dapat menimbulkan kelemahan pada pasar saham domestik. Dia khawatir hal tersebut akan mengurangi daya tarik investasi Indonesia di mata investor global. “Jika tidak segera dimitigasi, dikhawatirkan akan terjadi arus keluar dana asing (capital outflow) yang massif,” jelasnya.

Menurutnya, perkembangan ini bisa menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan stabilitas keuangan nasional secara keseluruhan. “Keputusan MSCI ini harus menjadi momentum bagi BEI untuk meningkatkan transparansi dan keterbukaan kepemilikan saham,” tegas Marwan.

Pentingnya Kualitas Tata Kelola Emiten

Marwan menekankan bahwa kredibilitas pasar modal sangat bergantung pada kualitas tata kelola emiten dan kesehatan ekosistem bursa. “Kita berharap agar keputusan MSCI ini menjadi titik tolak pembenahan pasar saham secara menyeluruh,” tambahnya.

Meskipun tertekan, Marwan tetap optimis bahwa fundamental pasar saham Indonesia masih cukup baik. Ia menantikan langkah konkret dari BEI untuk memperbaiki ekosistem nasional, agar pasar kembali stabil. “Kita optimistis gejolak pasar bisa segera stabil agar dana asing tetap berada di Indonesia,” ungkapnya.

Kejutan dalam Tinjauan MSCI

Sebelumnya, pada Rabu, 13 Mei 2026, MSCI resmi mengumumkan hasil tinjauan berkala. Hasil rebalancing kali ini mengejutkan pelaku pasar karena hasilnya jauh dari ekspektasi sebelumnya.

Dalam penyesuaian ini, MSCI mengeluarkan enam saham dari MSCI Global Standard Indexes, termasuk AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Meskipun saham AMRT dicoret dari MSCI Global Standard Indexes, saham ini dipindahkan ke MSCI Small Cap Indexes.

Selain itu, MSCI juga menghapus 13 saham Indonesia dari MSCI Small Cap Indexes, di antaranya ANTM, AALI, BANK, BSDE, dan lainnya. Semua perubahan tersebut akan berlaku setelah penutupan perdagangan pada 29 Mei 2026 dan efektif mulai 1 Juni 2026.

Dengan adanya pencoretan ini, harapan besar tertuju kepada BEI untuk berperan aktif dalam memperbaiki ekosistem pasar modal, menjaga kepercayaan investor, dan akhirnya menciptakan stabilitas yang lebih baik bagi pasar saham Indonesia.

Aditya Permana

Jurnalis dan analis media digital yang berfokus khusus pada pelaporan sektor ekonomi, bisnis, dan finansial. Di maret.id, ia mendedikasikan perannya untuk mengulas dinamika pasar, kebijakan fiskal, perkembangan UMKM, hingga tren ekonomi makro global dan nasional. Dengan pendekatan yang tajam dan berbasis data, Aditya berkomitmen menyajikan informasi kompleks seputar dunia keuangan ke dalam ulasan yang mendalam, objektif, dan mudah dipahami oleh semua kalangan pembaca.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button