Kargo Haji Pos Indonesia Dorong Pendapatan dari Oleh

Jakarta, Maret.id — Layanan kargo yang memfasilitasi pengiriman barang dan oleh-oleh jemaah haji dari Tanah Suci langsung ke alamat tujuan di Indonesia dinilai menjadi solusi nyata agar jemaah dapat menjalankan ibadah lebih ringan dan fokus tanpa terbebani kelebihan bagasi saat kepulangan.
Pos Indonesia beroperasi penuh di Makkah dan Madinah sepanjang musim haji 2026. Layanan ini menawarkan tarif pengiriman mulai dari 23 riyal per kilogram melalui jalur udara dengan estimasi waktu tiba tujuh hingga 14 hari.
Sepanjang 10 hari pertama operasional di Madinah, volume kiriman jemaah yang tertangani telah mencapai kisaran 60 hingga 70 ton. Angka tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan dan animo jemaah terhadap layanan kargo ini.
“Petugas sangat memperhatikan barang kami dan memberikan pelayanan terbaik, khususnya bagi jemaah dari Sulawesi Selatan dan Kabupaten Wajo,” kata Rustam, jemaah haji asal Sulawesi Selatan. Pernyataan itu dikutip Selasa, 14 Juli 2026.
Siti Sa’diah menyebutkan dirinya telah menggunakan layanan ini lebih dari satu kali selama menunaikan ibadah. “Pengiriman pertama saya dari Madinah alhamdulillah cepat sampai di rumah; sekarang di Makkah saya mengirim lagi, terima kasih Pos Indonesia,” kata Siti Sa’diah, jemaah asal Kabupaten Ciamis.
Pelaksana Tugas Direktur Utama merangkap Direktur Transformasi dan IT PT Pos Indonesia (Persero), Prasabri Pesti, menyatakan apresiasi jemaah menjadi cerminan komitmen perusahaan menghadirkan pelayanan terbaik. “Layanan Kargo Haji bukan sekadar pengiriman barang, melainkan wujud kehadiran Pos Indonesia melayani masyarakat di momen yang sangat istimewa dalam hidup mereka,” kata Prasabri Pesti, Pelaksana Tugas Direktur Utama merangkap Direktur Transformasi dan IT PT Pos Indonesia (Persero).
Ia menegaskan pengembangan layanan tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan menuju simpul utama logistik nasional dengan memperkuat ekosistem logistik end-to-end, memperluas jaringan internasional, serta meningkatkan kualitas layanan berbasis kebutuhan pelanggan. “Ini adalah bagian dari transformasi Pos Indonesia sebagai simpul utama logistik nasional yang tepercaya,” kata Prasabri Pesti, Pelaksana Tugas Direktur Utama merangkap Direktur Transformasi dan IT PT Pos Indonesia (Persero).
Layanan Kargo Haji Pos Indonesia telah beroperasi sejak penyelenggaraan haji 2024 dan pada 2026 memasuki tahun ketiga. Selain melayani jemaah haji, Pos Indonesia juga mengembangkan layanan kargo internasional untuk jemaah umrah dan Pekerja Migran Indonesia sebagai bagian penguatan ekosistem logistik lintas negara yang dikelola perusahaan.
Pelayanan yang semakin terintegrasi ini diharapkan memperkuat akses logistik bagi jemaah dan pekerja migran sekaligus mendorong kepercayaan publik terhadap layanan pos di arena internasional.





