Ekonomi

Logam Mulia Melesat, Emas 4.000 Dolar AS, Inflasi AS Turun

Jakarta, Maret.id — Harga emas dan kelompok logam mulia melonjak tajam pada penutupan perdagangan Selasa 14 Juli 2026 setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat ekspektasi pelunakan kebijakan moneter Federal Reserve.

Emas spot melambung 1,6 persen ke level 4.063,78 Dolar AS per ons setelah sempat menyentuh titik terendahnya bulan ini.

Sementara kontrak emas berjangka AS ditutup menguat pada posisi 4.069,70 Dolar AS per ons.

Laju inflasi tahunan AS bulan Juni melambat ke level 3,5 persen dan inflasi inti stagnan, memicu pelemahan Indeks Dolar AS sebesar 0,6 persen.

Kondisi ini membuat komoditas logam menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain sekaligus menghapus spekulasi pasar terkait kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Dampak positif turut menjalar ke pasar logam mulia lainnya, di mana perak spot melesat 2 persen ke level 58,79 Dolar AS per ons dan platinum naik 1,6 persen menjadi 1.629,83 Dolar AS per ons.

Meski demikian prospek pergerakan logam mulia tetap dibayangi oleh eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan Selat Hormuz yang mendorong harga minyak ke level tertinggi empat pekan.

Lonjakan harga energi tersebut berpotensi memicu kembali tekanan inflasi global yang pada gilirannya dapat memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama serta menahan daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan data ekonomi AS dan dinamika geopolitik untuk menilai arah lanjutan harga logam mulia dan aset berisiko lainnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button