Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Mereda Redam Kekhawatiran

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Eropa menguat pada penutupan perdagangan, dengan Indeks Euro STOXX 50 naik 0,2 persen ke level 6.283 dan STOXX Europe 600 menguat 0,1 persen ke 642.
Indeks DAX Jerman menguat 0,13 persen atau 32,78 poin menjadi 25.147,03.
Saham Brenntag, Siemens Energy, Zalando, RWE, E.ON, Hochtief, dan Infineon Technologies mencatat kenaikan terbesar, masing-masing naik berkisar antara 1,4 hingga 2,4 persen.
FTSE 100 Inggris menutup sesi volatil di zona hijau dengan penguatan 0,30 persen atau 31,10 poin menjadi 10.529,39.
Sektor energi dan keuangan memimpin kenaikan di London, dengan Shell naik 0,9 persen dan BP menambah 1,6 persen.
Saham HSBC naik 1,7 persen dan Standard Chartered bertambah 1,6 persen, sementara saham pertambangan tampil kuat dengan Rio Tinto melonjak 3 persen.
Di sisi lain, AstraZeneca turun lebih dari 1,5 persen, dan saham Unilever serta Rolls Royce merosot sekitar 0,6 persen.
Indeks CAC Prancis bertambah 0,03 persen atau 2,20 poin menjadi 8.366,85.
Sektor keuangan di Paris bergerak lebih tinggi, dengan BNP Paribas naik 1,4 persen dan Credit Agricole meningkat 1,6 persen, sedangkan TotalEnergies naik 1,1 persen.
Saham LVMH kehilangan 1,7 persen dan L’Oreal turun 0,8 persen, yang membatasi laju kenaikan indeks secara keseluruhan.
Optimisme pasar didorong oleh data inflasi tahunan Amerika Serikat pada Juni yang melambat menjadi 3,5 persen dari 4,2 persen pada Mei.
Angka inflasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan segera kembali memperketat kebijakan moneternya, sehingga menekan imbal hasil obligasi dan memperbaiki prospek pendanaan bagi perusahaan.
Sentimen positif juga datang setelah keputusan Presiden AS Donald Trump yang membatalkan rencana pengenaan biaya transit 20 persen untuk kargo di Selat Hormuz dan menggantinya dengan skema kerja sama investasi di kawasan Teluk.
Langkah tersebut meredakan kekhawatiran terhadap potensi gangguan rantai pasok dan lonjakan harga energi, sementara laporan laba kuartal II sejumlah bank besar AS yang lebih baik dari ekspektasi turut menopang kepercayaan investor.
Dari sisi sektoral, saham perbankan menjadi salah satu penopang utama penguatan, diikuti sektor energi, pertambangan, serta perusahaan terkait infrastruktur kecerdasan buatan dan utilitas.
Sebaliknya, saham barang mewah, farmasi, dan perangkat lunak masih berada di bawah tekanan sehingga membatasi penguatan indeks secara luas.





