Ekonomi

Pertamina Turunkan Harga Elpiji 12 Kg dan 5,5 Kg Nonsubsidi

Jakarta, Maret.id — Pertamina menurunkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi merek Bright Gas ukuran 12 kilogram (kg) dan 5,5 kg mulai 14 Juli 2026.

Penyesuaian harga tersebut merupakan hasil evaluasi berkala yang mempertimbangkan dinamika pasar dan mekanisme yang berlaku.

Di wilayah Pulau Jawa, harga Bright Gas 12 kg turun Rp 8.000 per tabung dari Rp 228.000 menjadi Rp 220.000 per tabung, sedangkan Bright Gas 5,5 kg turun Rp 4.000 dari Rp 107.000 menjadi Rp 103.000 per tabung.

Untuk Free Trade Zone (FTZ) Batam, harga Bright Gas 5,5 kg ditetapkan Rp 97.000 dan Bright Gas 12 kg Rp 200.000 per tabung.

Beberapa provinsi di Sumatera tercatat pada harga elpiji 5,5 kg Rp 107.000 dan 12 kg Rp 222.000, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.

Provinsi yang mengikuti harga Bright Gas 5,5 kg Rp 103.000 dan 12 kg Rp 220.000 selain Jawa adalah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Beberapa daerah di Kalimantan dan Sulawesi mematok harga Bright Gas 5,5 kg Rp 110.000 dan 12 kg Rp 230.000, termasuk Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara.

Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan tercatat pada harga elpiji 5,5 kg Rp 107.000 dan 12 kg Rp 222.000.

Kalimantan Utara (Tarakan) memiliki harga khusus Bright Gas 5,5 kg Rp 120.000 dan 12 kg Rp 257.000 per tabung.

Untuk wilayah timur Indonesia, harga Bright Gas di Ambon (Maluku) dan Jayapura (Papua) ditetapkan masing-masing Rp 130.000 untuk 5,5 kg dan Rp 277.000 untuk 12 kg.

Perlu diketahui bahwa SPBE (Stasiun Pengisian Bulk Elpiji) tidak tersedia di delapan provinsi sehingga Pertamina tidak menampilkan harga untuk wilayah tersebut; provinsi tersebut adalah Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya.

Perbedaan harga antarprovinsi mencerminkan variasi biaya distribusi, ongkos logistik, dan kondisi pasar regional yang memengaruhi penetapan tarif elpiji nonsubsidi.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button