Purbaya Ungkap Alasan Tarik

Jakarta, Maret.id — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan bahwa pemerintah bertindak sembarangan dalam mengelola kas negara, khususnya terkait penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebagai tambahan likuiditas di perbankan.
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung Parlemen, dikutip Kamis 16 Juli 2026.
“Bukan saya main-main atau maju mundur enggak ada perhitungan, tapi untuk mensinkronisasi kebijakan dengan lembaga lain,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Purbaya menjelaskan pemerintah sempat menarik sebagian dana SAL yang ditempatkan di bank-bank Himbara sejak 2025, yang semula Rp200 triliun sempat berkurang menjadi Rp170 triliun sebelum kembali dikembalikan ke posisi Rp200 triliun.
Memasuki 2026, pemerintah menambah likuiditas melalui penempatan SAL sebesar Rp100 triliun untuk jangka waktu tiga hingga empat bulan dan tambahan Rp100 triliun bersifat fleksibel, sehingga total dana SAL yang ditempatkan di perbankan kini mencapai Rp400 triliun.
Ia menegaskan setiap keputusan terkait penempatan SAL dilakukan dengan mempertimbangkan koordinasi bersama Bank Indonesia sebagai otoritas moneter yang mengatur jumlah uang beredar.
Purbaya meyakini kebijakan penempatan SAL memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, dengan contoh saat penempatan awal Rp200 triliun di Himbara pada kuartal IV 2025 yang diikuti pertumbuhan 5,39 persen.
Pertumbuhan berlanjut pada kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen, namun perlambatan mulai terasa pada kuartal II 2026 setelah pemerintah sempat menarik kembali dana SAL ke bank sentral.
“Saya bukan ambil uang tiba-tiba. Gini, saya maunya nambah (SAL ke perbankan) sebanyak-banyaknya, tapi saya bukan bank sentral. Ketika BI kasih kode ke saya, jangan ikut campur kebijakan moneter ya saya ikut,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Purbaya juga mengungkapkan bahwa pada saat penarikan tersebut Bank Indonesia menyampaikan akan menggantikan likuiditas yang ditarik agar penyaluran kredit perbankan tetap berjalan, tetapi pelaksanaannya tidak semudah yang diperkirakan.
“Waktu itu mereka (BI) bilang akan ganti, ya sudah saya tarik. Rupanya enggak sesederhana itu, jadi saya inject lagi. Jadi bukan saya main-main atau maju mundur enggak ada perhitungan,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.
Ke depan, Kementerian Keuangan berkomitmen memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait agar pengelolaan kas negara dan kebijakan likuiditas dapat dilakukan secara lebih hati-hati.
“Jadi saya enggak pernah sembrono dalam hal itu, apalagi ini menyangkut nasib negara, saya ngerti betul,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.





