Ekuitas Eropa Anjlok, Aksi Jual Sektor AI dan Geopolitik

Jakarta, Maret.id — Pasar saham Eropa ditutup turun tajam pada perdagangan Jumat 17 Juli 2026 waktu setempat seiring aksi jual massal di sektor teknologi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Koreksi ini tercermin pada melemahnya indeks Euro STOXX 50 sebesar 1,1 persen ke level 6.229 dan STOXX Eropa 600 yang turun 0,4 persen ke posisi 641.
Investor global dilaporkan mulai mengalihkan fokus dari perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI) karena kekhawatiran atas tingginya belanja infrastruktur dan munculnya model LLM baru dari perusahaan Tiongkok, Moonshot, yang mengancam dominasi teknologi Barat.
Pelemahan sektor semikonduktor dan AI memukul sejumlah saham raksasa secara signifikan.
Saham ASML merosot 3,9 persen dan Siemens turun 2,3 persen.
STMicroelectronics juga anjlok hingga 4 persen di bursa FTSE MIB dan 3,9 persen di CAC 40 Paris.
Meningkatnya harga gas alam memicu risiko pro-inflasi yang menekan prospek kredit perbankan utama.
Saham BBVA dan Deutsche Bank masing-masing melemah sekitar 2,5 persen.
UniCredit kehilangan 2,5 persen setelah pemerintah Jerman mulai melunak dan bersedia mendiskusikan syarat akuisisi saham Commerzbank, termasuk pencatatan saham terpisah dan perlindungan bagi sektor Mittelstand.
Indeks FTSE MIB di Milan ditutup melemah 1 persen ke level 51.882 akibat tekanan saham cip dan sektor keuangan.
Akumulasi penurunan mingguan FTSE MIB mencapai 1,8 persen dan ketegangan geopolitik turut memperlebar spread BTP-Bund menjadi 83 basis poin.
Di Prancis, indeks CAC 40 turun 0,5 persen ke posisi 8.339 seiring sentimen konflik AS-Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi baru.
Pasar memproyeksikan Bank Sentral Eropa (ECB) akan menahan suku bunga pada pertemuan pekan depan sebelum membuka kemungkinan pemangkasan pada September.
Saham mewah turut terpukul karena kekhawatiran melemahnya permintaan di Timur Tengah, dengan LVMH anjlok 1,6 persen dan Burberry turun 6,4 persen.
Di Inggris, indeks FTSE 100 menjadi pengecualian dengan menguat tipis ke level 10.600 dan naik sekitar 1 persen dalam sepekan berkat paparan yang rendah terhadap sektor teknologi.
Penguatan FTSE 100 didorong oleh saham defensif seperti National Grid yang naik 3,3 persen dan raksasa energi Shell yang naik 2 persen.
Pergerakan pasar akhir pekan ini mencerminkan kombinasi risiko teknologi, tekanan sektor keuangan, dan ketegangan geopolitik yang berpotensi mempengaruhi kebijakan moneter serta kondisi kredit di kawasan.





