China dan RI Perkuat Ekonomi, Airlangga KEK Batang Investasi

Jakarta, Maret.id — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.
Kedua negara sepakat memperkuat kemitraan di bidang industri, perdagangan, investasi, dan ekonomi digital.
Salah satu agenda utama adalah evaluasi implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, termasuk tindak lanjut rencana investasi senilai sekitar 2,5 miliar Dolar AS.
Airlangga menjelaskan pembahasan juga mencakup pengembangan konsep two countries twin park yang bertujuan meningkatkan konektivitas kawasan industri Indonesia dan China.
Dalam skema tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan investasi dan industri asal China.
“Di mana perkembangan industri di KEK Batang diharapkan bisa terus ditingkatkan,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan bagi investor China, terutama perusahaan yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus yang berharap memperoleh fasilitas yang setara dengan insentif KEK.
“Memang ada beberapa tantangan terutama perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus, itu juga ingin mendapatkan fasilitas yang minimal setara dengan yang diberikan di kawasan ekonomi khusus,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Selain pengembangan kawasan industri, delegasi kedua negara meninjau perkembangan realisasi investasi dari kerja sama yang telah disepakati sebelumnya di berbagai sektor strategis.
“Indonesia sendiri dengan China sudah menandatangani MoU dengan Menteri Perdagangan atau MOFCOM. Kami mengevaluasi kerja sama industri dan perdagangan, termasuk di dalamnya terkait dengan kerja sama di bidang digital,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga mengungkapkan nilai perdagangan Indonesia dan China pada tahun lalu mencapai sekitar 160 miliar Dolar AS, menjadikan China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia.
Realisasi penanaman modal langsung (FDI) dari China tercatat sekitar 7 miliar Dolar AS, dan jika digabungkan dengan investasi yang masuk melalui Hong Kong sebesar sekitar 10 miliar Dolar AS, nilai investasi dari kedua wilayah tersebut mencapai sekitar 17 miliar Dolar AS.
“Ini adalah betul-betul negara strategis bagi Indonesia,” tutur Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga menyampaikan keterangannya dalam konferensi pers daring dari Shanghai, dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.





