BPKH

Jakarta, Maret.id — Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk menggelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 17 Juli 2026.
Synergy Roadshow 2026 merupakan kegiatan bersama untuk membangun kolaborasi dan mengevaluasi kinerja bisnis seluruh region Bank Muamalat di enam kota besar.
“Bandung merupakan lokasi ketiga penyelenggaraan Synergy Roadshow 2026 setelah Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, dan Medan,” ujar Imam Teguh Saptono, Direktur Utama Bank Muamalat. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu, 19 Juli 2026.
Imam menjelaskan forum bersama para pimpinan dan tim penjualan di kantor wilayah dan cabang tersebut bertujuan menyampaikan strategi, prioritas bisnis, dan arahan manajemen untuk meningkatkan kemampuan tim.
“Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak,” ujar Imam Teguh Saptono, Direktur Utama Bank Muamalat.
Bank Muamalat menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan dengan strategi bisnis yang fokus pada segmen ritel, yaitu consumer dan small medium enterprise (SME), tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat.
Produk unggulan konsumer seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan menjadi Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026, dan jumlah rekening nasabah meningkat 274 persen secara tahunan.
Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME tercatat mencapai Rp3,1 triliun, tumbuh 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik,” ujar Imam Teguh Saptono, Direktur Utama Bank Muamalat.
BPKH dan Bank Muamalat terus memperkuat sinergi bisnis melalui sejumlah kerja sama strategis mengingat haji dan umrah merupakan ekosistem besar yang memberi efek berganda ke berbagai sektor ekonomi dan sosial di Tanah Air.
“Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Di mana kebermanfaatannya bisa berkelanjutan dan dirasakan semua elemen di mana pun,” ujar Imam Teguh Saptono, Direktur Utama Bank Muamalat.
Salah satu kolaborasi yang dijalankan adalah peluncuran Kartu Haji Indonesia untuk menggantikan penggunaan cash sekaligus mendukung digitalisasi pelaksanaan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci bagi kemudahan jemaah.
Akses pendaftaran haji kini semakin mudah melalui mobile banking Muamalat DIN, seluruh kantor cabang Bank Muamalat, serta jaringan PT Pos Indonesia di seluruh Tanah Air. Muamalat DIN juga menghadirkan fitur Bank Haji untuk pendaftaran dan pelunasan biaya haji serta pengecekan riwayat pendaftaran dan nilai manfaat haji.
Kedua pihak sepakat melanjutkan pelaksanaan joint event meliputi program nasional dan internasional terkait sosialisasi, diseminasi, serta program penghimpunan dan kemaslahatan, dan BPKH telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodiannya.
“Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” ujar Imam Teguh Saptono, Direktur Utama Bank Muamalat.





