Samir Bukukan Pembiayaan Rp2,3 Triliun, Peminjam Meningkat

Jakarta, Maret.id — Platform pinjaman daring (pindar) Samir membukukan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2,3 triliun pada semester pertama 2026, naik 84 persen secara tahunan, dengan jumlah peminjam meningkat 13 persen secara tahunan. Direktur Utama Samir, Handy Juniandri, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan komitmen perusahaan memperluas inklusi keuangan sambil menjaga tata kelola dan kualitas pembiayaan. “Kami percaya, pertumbuhan yang kuat akan terus terakselerasi melalui kolaborasi lintas lembaga keuangan, perluasan pembiayaan ke luar Pulau Jawa, dan penyaluran pembiayaan yang semakin berorientasi pada sektor produktif dalam membantu keberlangsungan bisnis usaha maupun kemajuan ekonomi UMKM,” ujar Handy Juniandri, Direktur Utama Samir. Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Sebagai platform yang berizin dan diawasi OJK, Samir menegaskan bahwa pertumbuhan harus beriringan dengan penguatan tata kelola, kualitas pembiayaan, serta manajemen mitigasi risiko yang disiplin. Hingga kini, Samir mendapat dukungan dari 11 institutional lender, termasuk tiga bank yaitu PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Super Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Sahabat Sampoerna. Menurut Handy, kehadiran ketiga bank tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan institusi keuangan terhadap infrastruktur dan sistem mitigasi risiko yang dimiliki Samir. Perusahaan juga terus membuka peluang kolaborasi melalui skema channeling dan tengah menjajaki kerja sama strategis dengan sejumlah bank untuk memperkuat sumber pendanaan. “Kami selalu membuka diri untuk berkolaborasi dengan bank-bank lain maupun layanan keuangan formal lainnya yang ada saat ini dengan skema channeling untuk menciptakan ekosistem pendanaan yang lebih stabil, efisien dan terus tumbuh berkelanjutan, berikutnya kami sedang menjajaki kerja sama strategis baru dengan beberapa bank lainnya untuk menjadi institutional lender Samir, tentu dengan tetap memperhatikan penguatan manajemen risiko, tata kelola yang baik, dan selalu mengedepankan prinsip perlindungan terhadap konsumen,” ujar Handy Juniandri, Direktur Utama Samir. Dari sisi penyaluran geografis, porsi pembiayaan di luar Pulau Jawa terus meningkat meski Jawa masih mendominasi sekitar 69 persen dari total portofolio. Kontribusi Sumatra tercatat mencapai 17 persen, sementara pertumbuhan merata terlihat di Sulawesi, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, serta Papua, dan Maluku kini menyumbang sekitar 1 persen. “Selebihnya penyaluran pembiayaan Samir juga mengalami kenaikan di Pulau Kalimantan, Pulau Bali dan Nusa Tenggara, Pulau Papua, dan terakhir di Pulau Maluku yang sudah menembus di angka 1 persen; Samir berkomitmen untuk dapat menjadi jembatan bagi jutaan orang dan UMKM yang berharap dapat memperoleh modal usaha untuk tumbuh dan sekaligus menjadi mitra aktif bersama OJK maupun asosiasi dalam membangun kepercayaan masyarakat luas,” ujar Handy Juniandri, Direktur Utama Samir. Strategi perluasan pendanaan dan distribusi yang lebih merata diharapkan memperkuat akses modal bagi UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.





