Lonjakan Minyak Bayangi Reli Logam Dunia, Harga Emas Menguat

Jakarta, Maret.id — Harga emas dunia melonjak tajam ke level tertinggi dalam dua pekan pada akhir perdagangan Rabu 22 Juli 2026.
Penguatan logam mulia itu dipicu oleh kombinasi pelemahan Dolar AS dan aksi technical buying, serta perhatian pasar terhadap eskalasi geopolitik di Timur Tengah dan proyeksi suku bunga Federal Reserve.
Harga emas spot melesat 1,7 persen menjadi 4.145,24 Dolar AS per ons setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 7 Juli di posisi 4.165,87 Dolar AS per ons.
Kontrak berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup melonjak 1,9 persen ke posisi 4.151,90 Dolar AS per ons.
Investor memanfaatkan koreksi harga sebelumnya dan depresiasi Indeks Dolar AS sehingga emas menjadi lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lain.
Jajaran logam mulia lainnya juga mencatat kinerja positif, dengan perak spot melonjak 2 persen ke 59,98 Dolar AS per ons.
Platinum terangkat 0,7 persen menjadi 1.640,63 Dolar AS per ons, sementara paladium menanjak 1,4 persen ke level 1.299,47 Dolar AS per ons.
Lonjakan harga energi dipicu ketegangan di Laut Merah setelah empat kapal tanker minyak Arab Saudi tujuan Asia membalik arah akibat ancaman kelompok Houthi.
Kenaikan harga minyak berpotensi mendorong inflasi dan menimbulkan risiko penahanan suku bunga tinggi lebih lama, sentimen yang biasanya menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Pasar kini mencermati arah kebijakan moneter AS menjelang rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pekan depan untuk mencari kejelasan mengenai prospek suku bunga.
Investor global diperkirakan akan terus memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan keputusan bank sentral AS untuk menilai dampak lanjutan pada harga komoditas dan inflasi.





