Airlangga: PFII Pakai Lahan Danantara Jakarta

Jakarta, Maret.id — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan dibangun di dua lokasi, yaitu Jakarta dan Bali.
Pemerintah telah menyiapkan lahan milik Danantara di kedua wilayah tersebut sebagai lokasi pengembangan pusat keuangan internasional itu.
“Memang disiapkan juga satu lokasi di Jakarta yang gedungnya sudah ada dan dua-duanya punya Danantara,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Namun demikian, Airlangga belum bersedia mengungkap secara rinci aset Danantara yang akan digunakan di Jakarta maupun Bali.
Ia menegaskan lokasi PFII di Bali tidak terbatas pada aset BUMN sektor pariwisata dan aviasi, termasuk yang dikelola InJourney.
“Tidak melulu InJourney; salah satu lokasi akan dipilih di Pulau Bali dan akan diumumkan saat semuanya siap,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga juga enggan membeberkan pertimbangan bisnis di balik pemilihan Jakarta dan Bali sebagai lokasi PFII dan menyatakan pemerintah kini memprioritaskan percepatan realisasi proyek.
“Pertimbangannya mana yang low-hanging fruit, yang paling cepat bisa kita dirikan,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Pilihan alternatif lokasi di Bali muncul setelah Airlangga bersama CEO Danantara Rosan Roeslani meninjau sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus dan aset BUMN di Pulau Dewata.
“Kemarin kami lihat beberapa KEK serta lahan di Bali Barat dan dekat bandara milik BUMN sebagai alternatif pendirian PFII,” ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Menurut pemerintah, prioritas saat ini adalah memilih lokasi yang merupakan “low-hanging fruit” agar pembangunan PFII bisa segera dimulai.
Rencana pembangunan di Jakarta dan Bali disebut akan diumumkan lebih lanjut setelah semua persiapan dan aset yang akan dipakai dipastikan.





