PLN Gandeng AFD Perkuat Pendanaan Transisi Energi Bersih

Jakarta, Maret.id — Badan Prancis untuk Pembangunan (AFD) dan PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Pinjaman Berbasis Hasil untuk Percepatan Transisi Energi Bersih Indonesia (Result-Based Loan Accelerating Indonesia Clean Energy Transition/RBL AICET) senilai 260,2 juta Euro.
Kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi upaya Indonesia mewujudkan ekonomi berkelanjutan rendah karbon dan memperkuat kapasitas PLN untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan dalam sistem kelistrikan nasional.
Program RBL AICET akan dilaksanakan selama enam tahun, yakni 2026 hingga 2031, sejalan dengan ambisi Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045 melalui transformasi ekonomi, sosial, dan tata kelola.
Dengan menyalurkan pembiayaan ke tulang punggung infrastruktur kelistrikan, program ini menargetkan penyediaan listrik yang lebih bersih serta manfaat lingkungan dan kesehatan bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Pendanaan program berasal dari koalisi mitra pembangunan internasional yang dipimpin Bank Pembangunan Asia (ADB), termasuk penyaluran dana dari Uni Eropa (UE), serta dukungan AFD, KfW, dan PLN dengan nilai total mencapai 1.509,0 juta Dolar AS.
Direktur Utama PT PLN (Persero) menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global yang memerlukan kolaborasi lintas negara dan institusi.
“Transisi energi di Indonesia adalah perjalanan strategis yang secara simultan dapat memperkuat ketahanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi,” ujar Darmawan, Direktur Utama PT PLN (Persero).
“Program ini mencerminkan kekuatan kolaborasi antara PLN, Pemerintah Indonesia, dan mitra pembangunan internasional kami dalam mempercepat perjalanan tersebut, melalui perluasan integrasi energi terbarukan dan penguatan jaringan grid untuk membangun sistem kelistrikan yang lebih tangguh,” ujar Darmawan, Direktur Utama PT PLN (Persero).
“Bersama-sama, kami meletakkan dasar bagi masa depan energi yang lebih bersih yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang Indonesia serta komitmen kami untuk mencapai Emisi Nol (Net Zero Emissions),” ujar Darmawan, Direktur Utama PT PLN (Persero).
Sementara itu, Direktur AFD untuk Indonesia, Yann Martres, menyebut program RBL AICET sebagai tonggak penting dalam kemitraan jangka panjang AFD dengan Indonesia dan PLN.
“Kami bekerja sama menuju transisi energi yang lebih bersih dan sistem kelistrikan yang lebih tangguh, menggabungkan perluasan energi terbarukan, modernisasi infrastruktur grid, dan penguatan kapasitas kelembagaan,” ujar Yann Martres, Direktur AFD untuk Indonesia.
“Inilah wujud nyata aksi dan pembiayaan iklim: bekerja bahu-membahu dengan PLN untuk mewujudkan ambisi energi Indonesia, demi kemaslahatan masyarakat dan planet ini,” ujar Yann Martres, Direktur AFD untuk Indonesia.
Program akan memonitor penambahan pasokan listrik dari tenaga surya (PV) dan/atau tenaga angin ke jaringan serta membentuk program peningkatan kapasitas di PLN Corporate University untuk pelatihan transisi energi bagi karyawan PLN.
Keterangan terkait perjanjian dan kutipan tersebut diterima redaksi di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.





