Ekonomi

Respon Kadin: PMI Manufaktur Genjot Perdagangan dan Investasi

Jakarta, Maret.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai penurunan Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur nasional sebagai kondisi yang dapat ditangani melalui langkah strategis percepatan industrialisasi lintas sektor.

Kadin menekankan pentingnya diversifikasi nilai tambah dari agribisnis hingga teknologi data untuk merestorasi aktivitas manufaktur, menurut Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie.

“Kami melihat justru dengan kita menggiatkan perdagangan akan ada investasi di bidang industri yang memperkuat manufaktur, karena kita mesti continue, mesti terus untuk giatkan industrialisasi sektor-sektor yang bukan saja dari sisi mineral kritis, seperti nikel, copper, bauksit, tapi juga dari pertanian, bahkan dari teknologi data pun juga bisa diolah menjadi suatu yang berharga,” ujar Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.

Anindya menilai sektor manufaktur domestik masih memiliki daya tahan kuat meski menghadapi tekanan dari kondisi pasar global.

“Tapi kembali lagi kepada manufaktur, kita melihat hanya masalah waktu kalau Indonesia terus menjadi negara yang diminati untuk berdagang dan juga berinvestasi, pasti industrialisasinya selama kita fokuskan bisa berkembang kembali,” ujar Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia.

Berdasarkan rilis S&P Global, PMI Manufaktur Indonesia pada Juni 2026 tercatat di level 46,9, turun dari posisi 50,0 pada Mei 2026.

Sementara itu, Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) pada kuartal II-2026 turun ke angka 51,43% dari 52,03 persen pada kuartal sebelumnya, namun tetap berada di zona ekspansi karena bertahan di atas angka 50 persen.

Kadin memandang pemulihan manufaktur akan semakin mungkin jika kebijakan dan insentif diarahkan untuk memperkuat rantai nilai domestik dan menarik investasi hilirisasi.

Penurunan PMI dinilai mencerminkan tantangan sementara akibat gejolak pasar global, namun peluang pemulihan terbuka melalui peningkatan perdagangan, investasi, dan fokus pada peningkatan nilai tambah industri nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button