Wall Street Variatif, S&P 500 Nyaris Tak Bergerak

Jakarta, Maret.id — Indeks saham Amerika Serikat ditutup beragam pada perdagangan Jumat, 25 Juli 2026, setelah investor terus dibayangi meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan aksi jual saham semikonduktor.
Pada penutupan, Dow Jones Industrial Average naik 235,60 poin atau 0,46 persen menjadi 51.947,25, S&P 500 menguat tipis 0,05 persen ke 7.411,98, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,64 persen ke 24.975,82.
Penguatan saham Apple sebesar sekitar 3,5 persen menjadi salah satu penopang utama kenaikan Dow Jones.
Sektor teknologi, khususnya saham produsen chip, menjadi beban terbesar pasar pada perdagangan tersebut.
Intel anjlok hampir 8 persen meskipun melaporkan kinerja kuartalan yang melampaui ekspektasi analis.
Saham Broadcom turun 2,7 persen, Advanced Micro Devices melemah 3,3 persen, Micron Technology merosot 7 persen, dan ETF semikonduktor VanEck Semiconductor (SMH) turun sekitar 3 persen.
Pasar sempat menguat pada awal perdagangan setelah muncul laporan bahwa Pakistan dengan dukungan China sedang menjajaki kemungkinan membuka kembali jalur perundingan damai antara AS dan Iran.
Namun sentimen positif memudar setelah laporan bahwa Presiden AS Donald Trump menggelar rapat dengan para penasihat utama dan anggota kabinet untuk mempertimbangkan peningkatan serangan terhadap Iran.
“Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran, lebih besar dari sebelumnya; saya hampir mengambil keputusan dan kita semua sudah siap untuk itu,” kata Presiden AS Donald Trump.
Ketidakpastian tersebut membuat investor enggan mengambil risiko menjelang akhir pekan.
Harga minyak sempat turun akibat kabar peluang negosiasi tetapi kembali memangkas pelemahan setelah laporan mengenai rencana rapat Presiden Trump.
Secara mingguan, S&P 500 turun 0,6 persen, Nasdaq merosot 2,1 persen, dan Dow Jones melemah 0,4 persen, sekaligus menandai penurunan mingguan ketiga berturut-turut.
Sentimen geopolitik yang meningkat dan tekanan pada sektor teknologi diperkirakan akan tetap menjadi fokus investor pada pekan mendatang.





