Ekonomi

Bursa Eropa: DAX dan STOXX 600 Menguat, Tutup Pekan Positif

Jakarta, Maret.id — Pasar saham Eropa berhasil rebound pada penutupan perdagangan Jumat, 24 Juli 2026, setelah mengikis kerugian sesi sebelumnya.

Penguatan dipicu oleh kombinasi laporan keuangan perusahaan yang kuat, membaiknya data aktivitas bisnis (PMI) kawasan, serta penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi energi.

Indeks acuan pan-Eropa STOXX 600 menguat 0,8 persen ke level 644,5, sementara Euro STOXX 50 melesat 1,1 persen ke posisi 6.281.

Sektor teknologi menjadi bintang utama pasar dengan saham SAP melompat sekitar 9–10 persen seiring tingginya permintaan platform AI dan pertumbuhan bisnis cloud.

Sektor perbankan besar seperti Santander, BBVA, Intesa Sanpaolo, Crédit Agricole, dan BNP Paribas kompak menguat lebih dari 2 persen seiring turunnya imbal hasil obligasi dan capaian laba yang melampaui ekspektasi.

Bursa Jerman memimpin pemulihan setelah indeks DAX 40 melonjak lebih dari 1 persen melampaui level 25.100, didukung oleh saham teknologi termasuk SAP dan Atoss Software.

Laporan S&P Global menunjukkan aktivitas bisnis Zona Euro kembali tumbuh pada Juli, dengan Jerman memimpin pemulihan tersebut.

Tekanan masih terlihat pada saham otomotif dan ritel, di mana Volkswagen terkoreksi 2,4 persen dan Adidas turun 1,5 persen akibat proyeksi pendapatan yang melemah, sementara pasar terus mencermati dampak dinamika tarif baru AS terhadap mitra dagangnya, termasuk Uni Eropa.

Di Prancis, indeks CAC 40 naik 0,9 persen ke level 8.372 setelah S&P Global Flash Services PMI Juli merayap naik ke 49,8, menandakan laju kontraksi sektor swasta mulai mereda.

Sentimen positif juga mengerek saham-saham barang mewah seperti LVMH, L’Oréal, Hermès, dan Kering yang masing-masing menguat di atas 1 persen, sedangkan sektor industri melihat kenaikan pada saham Airbus dan Safran meski Thales mengalami aksi profit taking pasca-lonjakan sebelumnya.

Survei Bank Sentral Eropa (ECB) menunjukkan ekspektasi inflasi tetap stabil dengan proyeksi melambat tajam pada tahun depan.

Di Inggris, indeks FTSE 100 menguat 0,9 persen dan menutup pekan dengan kenaikan 1,3 persen, didukung lompatan saham RELX sebesar 5 persen serta pergerakan positif Rolls-Royce dan London Stock Exchange Group.

Penguatan bursa London juga didorong oleh data domestik yang menggembirakan, di mana penjualan ritel Juni tumbuh 1 persen dan PMI kembali ke zona ekspansi.

Saham energi seperti Shell dan BP justru tertekan lebih dari 1 persen menyusul penurunan harga minyak setelah muncul kabar upaya diplomasi untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian AS-Iran.

Meskipun harga minyak melandai, risiko inflasi energi dinilai masih berlanjut karena harga gas alam Eropa sempat menyentuh level tertinggi sejak akhir 2022.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button