Ekonomi

UMKM Naik Kelas Bersama Pelita Air Dorong Ekonomi Lokal

Jakarta, Maret.id — PT Pertamina (Persero) dan PT Pelita Air Service meluncurkan program PAS Sky Shop untuk memberi ruang pemasaran bagi pelaku UMKM di atas pesawat Pelita Air pada ketinggian lebih dari 35.000 kaki.

Program ini memungkinkan produk UMKM binaan dipasarkan dan dijangkau oleh ribuan penumpang Pelita Air selama penerbangan.

Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menekankan peran strategis UMKM dalam perekonomian nasional dan pembangunan ekonomi kerakyatan.

“Sebagai BUMN, Pertamina berkomitmen penuh untuk melakukan pembinaan dan pemberdayaan UMKM sebagai salah satu implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan serta mendukung pencapaian Asta Cita Presiden, khusus nya poin ke-3 terkait Penciptaan Lapangan Kerja Berkualitas dan Pengembangan Kewirausahaan,” ujar Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero).

Keterangan terkait program ini diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.

Arya menambahkan bahwa kolaborasi antar unit usaha Pertamina dibuat untuk menghadirkan ekosistem yang memfasilitasi keterlibatan UMKM dalam rantai bisnis korporasi.

“Pertamina berharap dapat membantu para pengusaha lokal untuk semakin berdaya saing dan tumbuh berkembang secara berkelanjutan menjadi entrepreneur yang tangguh, mandiri dan kreatif,” ujar Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PT Pertamina (Persero).

Direktur Utama PT Pelita Air Service, Faik Fahmi, menyatakan inisiatif ini lahir dari upaya mengangkat produk asli Indonesia dan menghubungkan pembinaan UMKM dengan akses pasar.

“Kecintaan kepada Indonesia harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat berkelanjutan. Kami meyakini bahwa Pelita Air adalah saluran pemasaran yang tepat bagi UMKM binaan Pertamina untuk dapat dikenal lebih jauh oleh masyarakat. Kami percaya, ketika layanan penerbangan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus membuka ruang bagi UMKM untuk terus berkembang, maka disitulah konektivitas tak sekadar menghubungkan wilayah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian negeri,” ujar Faik Fahmi, Direktur Utama PT Pelita Air Service.

Salah satu UMKM peserta PAS Sky Shop adalah Bali Ayu Nature, produsen produk perawatan tubuh asal Bali yang kini produknya tersedia di layanan penerbangan Pelita Air.

“Saya sangat bangga mendapat kesempatan ikut dalam program ini. Produk kami sekarang bisa terbang lebih tinggi bersama Pelita Air. Semoga ke depan tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga hingga pasar internasional,” ujar Komang Yatik, Founder Bali Ayu Nature.

Komang menjelaskan bahwa sejak menjadi binaan Pertamina, usahanya menerima pendampingan mulai dari pelatihan hingga business matching yang membuka peluang baru.

“Perkembangan usaha kami sangat terasa. Selain bisnis semakin maju, kami juga bisa membuka lapangan pekerjaan. Saat ini sekitar 90 persen tenaga kerja kami adalah ibu rumah tangga, sehingga program ini juga memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Komang Yatik, Founder Bali Ayu Nature.

Pendiri Uwaisgen, Rosilawati dari Klungkung, Bali, menyampaikan bahwa tas berbahan kain tenun tradisionalnya kini dapat dinikmati penumpang Pelita Air.

“Bangga sekali karena karya kami bisa diapresiasi dan dibawa terbang ke berbagai daerah. Program ini juga berdampak pada para pengrajin tenun tradisional yang sebagian besar adalah perempuan, sekaligus membuka lapangan kerja baru,” ujar Rosilawati, Pendiri Uwaisgen.

Founder Adabina Scarves, Heni Danasworo, menghadirkan koleksi hijab dan mukena eksklusif bertema Nusantara yang hanya tersedia di penerbangan Pelita Air.

“Saya benar-benar tidak menyangka produk kami bisa lolos kurasi dan dijual di dalam pesawat. Kami mendesain khusus hanya untuk Pelita Air, sehingga pelanggan tidak bisa mendapatkannya di toko online maupun offline kami. Semoga produk ini diterima dengan baik oleh para penumpang dan semakin meningkatkan penjualan UMKM lokal,” ujar Heni Danasworo, Founder Adabina Scarves.

Program PAS Sky Shop diharapkan memperluas akses pasar bagi UMKM sekaligus memberi nilai tambah ekonomi melalui kanal distribusi penerbangan.

Inisiatif ini juga menjadi contoh sinergi antara BUMN dan perusahaan penerbangan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal serta pengembangan industri kreatif nasional.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button