Ekonomi

UMKM Oleh

Jakarta, Maret.id — Pemilik usaha kuliner Bambwi Jaya, Bambwi Rumiyati, mengembangkan Brownies Mocaf Belimbing berbahan tepung mocaf dan buah belimbing sebagai produk khas Demak.

Rumiyati melihat belum banyak produk oleh-oleh yang benar-benar merepresentasikan potensi lokal Demak, khususnya buah belimbing sebagai komoditas daerah.

Perpaduan tepung mocaf dan buah belimbing memberikan keunikan pada produk tersebut sekaligus menawarkan pilihan kudapan bebas gluten dan tinggi serat bagi konsumen yang semakin peduli kesehatan.

Usaha Bambwi Jaya sempat terdampak pandemi Covid-19 hingga mengalami penurunan penjualan.

Rumiyati kemudian menata kembali bisnisnya secara bertahap dan mulai mengembangkan Bambwi Jaya dengan lebih kuat sejak 2023.

Seiring usaha yang mulai kembali bergerak, kebutuhan untuk menata operasional semakin terasa agar produksi lebih stabil, transaksi pelanggan lebih mudah, modal dapat dikelola, dan ruang belajar untuk kapasitas usaha tersedia.

Dengan berkembangnya usaha, Rumiyati pun mempercayakan kebutuhan layanan keuangannya kepada BRI.

“Saya sudah lama menjadi nasabah BRI. Yang saya rasakan, petugas BRI bukan hanya menawarkan produk, tetapi juga benar-benar mau mendengarkan kebutuhan usaha kami,” ujar Bambwi Rumiyati, Pemilik Bambwi Jaya.

Pernyataan itu dikutip Minggu 26 Juli 2026.

Rumiyati bercerita bahwa seorang petugas BRI memperkenalkan Rumah BUMN BRI Demak sebagai wadah bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha, sehingga ia memutuskan bergabung pada 2020.

Di Rumah BUMN, ia memperoleh pembinaan bertahap meliputi penataan administrasi usaha, pengembangan kemasan dan pemasaran, serta pemanfaatan platform digital.

Ia juga mengikuti program seperti BRI Incubator dan Brilianpreneur yang memperluas wawasan dan membuka akses ke peluang pasar lebih luas.

“Melalui Rumah BUMN BRI Demak, saya banyak belajar bagaimana mengelola usaha dengan lebih baik. Tidak hanya diajarkan soal pemasaran digital, tetapi juga bagaimana membangun produk yang lebih siap bersaing,” ujar Bambwi Rumiyati, Pemilik Bambwi Jaya.

Pendampingan Rumah BUMN menjadi dorongan penting bagi Bambwi Jaya untuk naik kelas sehingga produk yang awalnya menjadi oleh-oleh khas kini mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Penggunaan QRIS dan BRImo turut mempermudah proses transaksi sehingga operasional usaha berjalan lebih efisien, dan Bambwi Jaya kini membuka lapangan kerja bagi tiga tenaga kerja lokal.

Kisah Bambwi Jaya menunjukkan pentingnya pendampingan yang berkelanjutan bagi UMKM, menurut Corporate Secretary BRI, Dhanny.

“BRI terus berkomitmen menghadirkan pemberdayaan yang menyeluruh bagi UMKM, mulai dari akses layanan keuangan, pendampingan usaha, hingga pembukaan peluang pasar. Melalui Rumah BUMN, pelaku UMKM diharapkan dapat semakin adaptif, berdaya saing, dan mampu naik kelas secara berkelanjutan,” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

Hingga Mei 2026, BRI telah mengelola 54 Rumah BUMN di berbagai wilayah Indonesia dan menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan.

Melalui kehadiran Rumah BUMN, BRI memperkuat perannya sebagai mitra pemberdayaan UMKM agar usaha lokal mampu tumbuh, memperluas pasar, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button