Ekonomi

PLN Kembangkan Ekosistem Hidrogen Nasional Dorong Investasi

Jakarta, Maret.id — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan hidrogen menjadi alternatif strategis untuk mendukung transisi energi, kemandirian energi, dan hilirisasi sumber daya nasional sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

“Karena hidrogen ini dihasilkan dari air, gas, batu bara, biomassa, bahan baku hidrogen yang ada pada bangsa kita itu tidak perlu diragukan lagi,” ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pernyataan Bahlil tersebut dikutip Senin, 27 Juli 2026.

Bahlil menuturkan pembangunan ekosistem hidrogen terintegrasi dari hulu hingga hilir akan menghasilkan energi bersih sekaligus menciptakan nilai tambah domestik dan meningkatkan daya saing industri nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan pengembangan hidrogen diarahkan untuk mendukung dekarbonisasi sektor industri, transportasi, dan ketenagalistrikan serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

“Saat ini kami mempunyai 93 inisiatif pengembangan ekosistem hidrogen yang proyek-proyeknya tersebar di seluruh Indonesia dan melahirkan investasi sebesar Rp32 triliun,” ujar Eniya Listiani Dewi, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan pengembangan hidrogen adalah wujud komitmen PLN mendukung visi Presiden untuk mencapai swasembada energi nasional.

“Hidrogen merupakan solusi transisi dari energi fosil ke energi masa depan. PLN siap memimpin pengembangan ekosistem hidrogen nasional secara terintegrasi melalui kolaborasi dengan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pelaku industri, akademisi, hingga mitra internasional,” ujar Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.

Sejak 2023 PLN telah mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di PLTGU Muara Karang, Jakarta, dan hingga kini total 24 GHP di berbagai lokasi di Indonesia telah dioperasikan.

Dari seluruh GHP tersebut, PLN dapat memproduksi hidrogen hijau hingga 203,6 ton per tahun, dengan 75 ton per tahun dimanfaatkan untuk kebutuhan pendingin generator pembangkit dan 128 ton per tahun disiapkan untuk mendukung berbagai sektor strategis.

“PLN siap all out mengekspansi apa yang sudah kami awali di setiap lini, sehingga ekosistem hidrogen nasional dapat terakselerasi. Ini adalah komitmen PLN sebagai pionir ekosistem hidrogen end-to-end di Indonesia,” ujar Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PLN.

Selain produksi, PLN membangun infrastruktur pendukung seperti Hydrogen Refueling Station (HRS) dan Hydrogen Center sebagai pusat kompetensi hidrogen pertama di Indonesia serta menjajaki produksi green ammonia bersama Pupuk Kujang untuk co-firing di PLTU Labuan, Banten.

Untuk mengakselerasi ekosistem green hydrogen, PLN melakukan beberapa joint study termasuk Jakarta Hydrogen Mobility bersama Kementerian ESDM, TransJakarta, dan DAMRI, serta studi produksi green hydrogen di Jambi dan Gresik bersama mitra dan Pupuk Indonesia.

Pengembangan ini diproyeksikan menarik investasi, membuka lapangan kerja baru, dan mempercepat target dekarbonisasi nasional sambil memperkuat kemandirian teknologi serta hilirisasi sumber daya domestik.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button