Ekonomi

Wall Street Variatif Menanti Keputusan The Fed dan Dampaknya

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup beragam pada perdagangan Senin, 27 Juli 2206, waktu setempat.

Investor memilih bersikap hati-hati menjelang sederet laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang akan dirilis pekan ini dan menanti keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,51 persen ke 52.210,08, sedangkan S&P 500 menguat tipis 0,02 persen ke 7.413,18 dan Nasdaq Composite melemah 0,18 persen menjadi 24.932,08 akibat tekanan pada saham-saham teknologi dan semikonduktor.

Fokus utama pelaku pasar tertuju pada laporan keuangan empat raksasa teknologi, yaitu Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple, yang dinilai akan menentukan kelanjutan reli yang didorong optimisme terhadap kecerdasan buatan (AI).

Sebelumnya laporan keuangan Tesla dan Alphabet memicu kekhawatiran karena besarnya belanja investasi untuk pengembangan AI.

Beberapa saham berkapitalisasi besar mampu menopang pasar, antara lain Walmart yang naik 2,1 persen, Microsoft menguat 1,9 persen, dan Johnson & Johnson bertambah 1 persen sehingga membantu S&P 500 tetap berada di zona hijau.

Indeks semikonduktor PHLX Semiconductor Index (SOX) kembali melemah 2,2 persen, memperpanjang aksi jual setelah terkoreksi sekitar 21 persen dari rekor tertinggi yang dicapai pada 22 Juni.

Tekanan terhadap saham chip juga dipicu meningkatnya persaingan dari Tiongkok, di mana debut produsen chip CXMT Corp di pasar saham berlangsung positif dan laporan mengenai keberhasilan Tiongkok memproduksi mesin litografi DUV buatan dalam negeri memunculkan kekhawatiran terhadap daya saing industri semikonduktor AS.

Sentimen pasar turut dipengaruhi ekspektasi kebijakan moneter karena investor khawatir inflasi dapat kembali meningkat apabila harga minyak bertahan tinggi, sehingga membuka peluang The Fed kembali menaikkan suku bunga.

Pergerakan pekan ini diprediksi menjadi penentu arah pasar global, dengan pelaku pasar internasional akan memantau ketat laporan laba perusahaan teknologi dan sinyal kebijakan moneter AS sebagai indikator risiko dan aliran modal.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button