Ekonomi

Reli Bursa Eropa Berlanjut, DAX Menguat ke Tertinggi 3 Pekan

Jakarta, Maret.id — Saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin 27 Juli 2026 waktu setempat, didorong turunnya imbal hasil obligasi pemerintah dan meredanya kekhawatiran inflasi.

Sentimen positif juga datang dari jeda sementara konflik Amerika Serikat-Iran selama tiga malam berturut-turut yang memunculkan harapan kelancaran ekspor energi dari Timur Tengah.

Indeks Euro STOXX 50 naik tipis ke level 6.290, sementara STOXX Europe 600 menguat 0,2 persen menjadi 645,6.

Di Jerman, DAX 40 melonjak lebih dari 1 persen hingga menembus 25.400, tertinggi dalam hampir tiga pekan.

Kenaikan DAX dipimpin SAP yang melesat 7,8 persen setelah meluncurkan fase kedua program pembelian kembali saham senilai €10 miliar, diikuti Deutsche Telekom naik 2,6 persen dan Rheinmetall 1,3 persen, meski Siemens Energy turun 2 persen dan E.ON melemah 2,5 persen akibat penurunan harga energi.

Di Inggris, FTSE 100 naik 0,4 persen ke atas 10.780 dan mencatat penutupan tertinggi sejak akhir Februari.

Kenaikan dipimpin Vodafone yang melonjak hampir 5 persen setelah membukukan pertumbuhan pendapatan layanan di atas ekspektasi, sementara AstraZeneca naik 1,7 persen dan GSK menguat lebih dari 2 persen.

Sebaliknya saham energi dan pertambangan melemah, dengan BP turun 2,6 persen, Shell terkoreksi 0,9 persen, dan Glencore merosot 3,4 persen.

Di Prancis, CAC 40 menguat 0,4 persen ke level 8.406, didorong sektor keuangan dan barang mewah.

BNP Paribas naik 2,1 persen dan AXA bertambah 1,2 persen, sementara Hermès, Kering, dan LVMH juga mencatatkan kenaikan, namun TotalEnergies, Engie, dan STMicroelectronics ditutup di zona negatif.

Sementara itu, FTSE MIB Italia menguat 0,5 persen ke level 52.055 didorong penguatan saham perbankan dan otomotif.

UniCredit naik 1,6 persen setelah memperoleh rekomendasi positif dari analis, sedangkan Ferrari memimpin penguatan indeks dengan lonjakan 4,3 persen berkat perkembangan program buyback saham.

Di tengah reli pasar, sektor semikonduktor justru tertekan karena kekhawatiran atas belanja besar industri kecerdasan buatan dan meningkatnya persaingan dari produsen chip Tiongkok yang memicu aksi jual pada saham teknologi.

ASML anjlok 8,4 persen, Infineon turun 4,5 persen, dan STMicroelectronics melemah 1,7 persen.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button