Ekonomi

Saham tambang tertekan, ADRO dan ANTM catat penurunan LQ45

Jakarta, Maret.id — Dua saham sektor pertambangan, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), masuk dalam daftar top losers indeks LQ45 pada perdagangan sesi I, Selasa siang, 28 Juli 2026.

Meski sama-sama bergerak di sektor pertambangan, kedua emiten mencatat pola perdagangan yang berbeda dari sisi aktivitas transaksi.

Berdasarkan data bursa hingga pukul 13.57 WIB, saham ADRO diperdagangkan di level Rp2.520 per saham dengan rentang pergerakan Rp2.480 hingga Rp2.520 sepanjang sesi.

Emiten yang bergerak di bidang pertambangan batu bara, energi, dan investasi tersebut mencatat volume transaksi sebanyak 9,09 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp22,66 miliar yang terjadi dalam 5.262 kali transaksi.

Hingga pukul 13.59 WIB, saham ANTM dibuka di level Rp2.950, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp2.970, dan bergerak dalam kisaran Rp2.910 hingga Rp2.960.

ANTM, emiten pelat merah yang bergerak di bidang eksplorasi, penambangan, pengolahan, dan pemasaran mineral seperti nikel, emas, bauksit, serta logam mulia, mencatat volume perdagangan mencapai 35,77 juta saham dengan nilai transaksi sekitar Rp104,96 miliar yang terjadi dalam 10.176 kali transaksi.

Jika dibandingkan, volume perdagangan ANTM hampir empat kali lebih besar daripada ADRO, nilai transaksinya juga mencapai lebih dari empat kali lipat, sedangkan frekuensi perdagangan hampir dua kali lebih banyak.

Masuknya ADRO dan ANTM ke dalam daftar top losers LQ45 mencerminkan tekanan yang masih membayangi saham-saham sektor pertambangan pada perdagangan hari ini meski minat transaksi terhadap kedua emiten menunjukkan karakteristik berbeda.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button