Ekonomi

Himbara Diminta Penuhi Target RoA untuk Cegah Krisis Bank

Jakarta, Maret.id — Bank-bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diimbau tidak menganggap remeh target Return on Assets (RoA) yang telah ditetapkan pemerintah.

Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC), Achmad Deni Daruri, menegaskan pentingnya RoA sebagai penentu kesehatan industri perbankan nasional.

“Indikator RoA bukan sekadar angka finansial melainkan tolok ukur strategis yang menentukan daya saing, keberlanjutan dan kepercayaan publik serta menjadi kompas bagi manajemen bank dalam menyusun strategi operasional, investasi dan kebijakan pengelolaan risiko,” ujar Achmad Deni Daruri, Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC).

Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.

RoA merupakan rasio profitabilitas yang mengukur seberapa efisien aset bank mampu mencetak laba.

Indikator ini menjadi parameter kunci bagi bank pelat merah seperti BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI serta menjadi perhatian serius Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) dalam mengukur stabilitas sistem keuangan.

Deni membeberkan bahwa bank-bank papan atas global rata-rata menargetkan RoA di kisaran 1,5 hingga 2 persen.

Oleh sebab itu, Himbara dituntut menjaga posisi kompetitifnya agar tetap menarik bagi investor, khususnya investor asing.

Kinerja RoA bank-bank BUMN memiliki keterkaitan langsung dengan kekuatan fiskal negara melalui kontribusi dividen.

Semakin tinggi RoA, semakin besar pula kontribusi dividen yang dapat diberikan kepada negara untuk memperkuat kapasitas fiskal pemerintah.

Selain menjadi benteng pertahanan saat terjadi gejolak ekonomi, RoA yang solid memberikan ruang gerak lebih luas bagi perbankan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif seperti infrastruktur, energi, dan UMKM.

“Karena itu, target RoA tidak boleh dipandang hanya sebagai angka profitabilitas belaka melainkan indikator yang mengintegrasikan kepentingan bisnis, regulator, pemerintah, dan masyarakat,” ujar Achmad Deni Daruri, Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC).

CBC mendorong lembaga pengawas bertindak tegas jika menemukan bank Himbara yang kinerjanya terus melandai dan secara konsisten mencatatkan RoA jauh di bawah target.

“Jika terdapat bank Himbara yang RoA-nya masih rendah dan tidak menunjukkan perbaikan, BPK dapat mempertimbangkan melakukan audit khusus untuk menilai penyebab utamanya, mulai dari efektivitas pengelolaan aset, tata kelola, hingga manajemen risiko,” tutur Achmad Deni Daruri, Presiden Direktur Center for Banking Crisis (CBC).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button