KUR BRI Dorong Pertumbuhan UMKM Sumenep Selama Dua Dekade

Jakarta, Maret.id — Bagi Rosidah, gula merah bukan sekadar komoditas dagang melainkan bagian dari perjalanan hidup yang dimulai pada 2006 dengan memanfaatkan air nira pohon siwalan atau lontar di Sumenep.
Pada awal merintis usaha, Rosidah menghadapi keterbatasan alat produksi tradisional dan modal yang sering tersendat namun tetap gigih untuk menghidupi keluarga.
“Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, kualitas gula merah buatan saya mulai dilirik konsumen. Permintaan mulai berdatangan…” ujar Rosidah, pengusaha gula merah Sumenep.
Lompatan signifikan terjadi pada 2016 ketika ia menyadari permintaan pasar melonjak dan membutuhkan suntikan modal kerja yang lebih besar sehingga memutuskan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan.
“Saya sudah lama jadi nasabah BRI, tapi baru tahun 2016 itu memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR. Prosesnya cepat dan tim dari BRI sangat responsif. Saya memilih KUR ini karena selain bunganya rendah juga tidak ada agunan. Jadi cocok untuk usaha kecil seperti saya…” ujar Rosidah, pengusaha gula merah Sumenep.
Dana KUR pertama dialokasikan untuk memperkuat ketersediaan bahan baku di dapur produksi dan mendukung peningkatan kapasitas kerja.
Tiga tahun pertama pasca menjadi nasabah KUR menunjukkan perputaran usaha yang menguat dan setelah pinjaman pertama lunas Rosidah mengajukan pinjaman kedua senilai Rp50 juta.
Pada 2024, BRI kembali memberikan kucuran dana KUR dengan nilai yang lebih besar seiring rekam jejak usaha yang terus tumbuh positif.
“KUR BRI ini sangat bermanfaat bagi kami. Khususnya untuk penyediaan bahan baku, peralatan produksi agar bisa memenuhi permintaan…” ujar Rosidah, pengusaha gula merah Sumenep.
Dampak modal kerja tersebut terlihat dari kenaikan produksi harian yang sebelumnya sekitar 200 kilogram dan kini meningkat menjadi kisaran 500 kilogram per hari.
Setelah 20 tahun menekuni usaha, Rosidah kini memiliki pelanggan tetap yang menjangkau wilayah di Madura termasuk Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan bahwa sebagai bank yang fokus pada pemberdayaan UMKM, BRI konsisten memperluas akses pembiayaan untuk mendorong produktivitas dan memperkuat sektor riil.
Realisasi KUR BRI hingga Juni 2026 tercatat sebesar Rp103,81 Triliun atau setara 54,63% dari kuota KUR BRI tahun ini sebesar Rp190 Triliun, dengan porsi penyaluran ke sektor produktif mencapai 75,02% dari total KUR yang disalurkan.
“Kisah Rosidah membesarkan usaha gula merah di Sumenep jadi kisah inspiratif dari pelaku UMKM yang memanfaatkan KUR sebagai akses permodalan usaha dan terus berkembang melalui pemberdayaan BRI…” kata Akhmad Purwakajaya, Direktur Micro BRI.





