Ekonomi

Harga Minyak Dunia Naik Usai Pernyataan Trump, Pasar Menguat

Jakarta, Maret.id — Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam akan memberikan respons keras terhadap Iran kembali memicu lonjakan harga minyak dunia.

Pada penutupan perdagangan Rabu, 29 Juli 2026, harga minyak acuan global Brent melonjak 7,9 persen ke level 90,74 Dolar AS per barel.

Sementara minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), naik 6,6 persen ke 84,46 Dolar AS per barel.

Trump dalam pernyataan terbarunya di Fox News menyatakan AS akan menyerang Iran dengan keras sebagai balasan atas dugaan upaya serangan mendadak terhadap pasukan Amerika di Timur Tengah.

“Kami akan menghantam mereka dengan keras…” ujar Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Menurut Komando Pusat Militer AS (CENTCOM), Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke arah pasukan AS, namun seluruh rudal tersebut berhasil dicegat sehingga tidak menimbulkan dampak langsung.

Eskalasi terbaru ini membalikkan sentimen pasar setelah sebelumnya harga minyak sempat turun karena pelaku pasar berharap gencatan senjata di kawasan dapat kembali berlaku.

Meningkatnya risiko konflik kembali memicu kekhawatiran bahwa pasokan minyak dari Timur Tengah dapat terganggu dan mendorong pelaku pasar menilai premi risiko geopolitik lebih tinggi.

Dampak lonjakan harga minyak diperkirakan dapat menimbulkan tekanan inflasi global dan mempengaruhi biaya energi serta perdagangan bagi negara-negara pengimpor minyak.

Pengamat pasar menyatakan bahwa ketidakpastian geopolitik akan menjadi faktor utama yang menentukan arah pasar minyak dalam beberapa pekan mendatang.

Investor global akan terus memantau perkembangan di lapangan sambil menilai respons diplomatik dan militer kedua belah pihak.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button