Ekonomi

Mantri BRI Buka Akses Finansial Pulau Seram, Perkuat Ekonomi

Jakarta, Maret.id — Asti Alimin adalah Mantri BRI Kantor Cabang Masohi dari Unit Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku yang bertugas membuka akses layanan keuangan hingga pelosok kepulauan.

Asti mulai ditugaskan mengelola wilayah kepulauan tersebut sejak 2020 dan menjadi jembatan antara masyarakat dengan layanan perbankan formal.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah Pulau Kelang, tempat Asti membuka layanan setelah menerima banyak permohonan dari warga setempat.

“Ada satu pulau yang baru kami buka layanannya karena banyak permohonan masyarakat yang selama ini terkendala jarak…” ujar Asti Alimin, Mantri BRI Kantor Cabang Masohi Unit Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pernyataan itu dikutip Jumat 31 Juli 2026.

Dari kunjungan berkala, Asti menemukan bahwa di balik keterbatasan akses, Pulau Kelang menyimpan potensi ekonomi nyata yang belum tersentuh layanan formal.

Untuk menjangkau pulau ini Asti menempuh perjalanan darat sekitar satu jam dari Piru menuju titik penyeberangan di Waesala.

Dari Waesala ia melanjutkan penyeberangan laut sekitar satu jam ke pulau utama dan menambah waktu hingga satu jam lagi apabila harus menjangkau kampung-kampung terpencil.

Cuaca menjadi faktor penentu perjalanan karena kondisi perairan Maluku dipengaruhi musim barat dan musim timur sehingga gelombang tinggi sering muncul di perairan Waesala hingga Selat Hayacoba.

Motivasi Asti bermula dari pengalaman keluarga semasa kuliah yang kesulitan mengakses modal usaha dan dari banyak warga pulau yang menjadi korban penipuan berkedok pinjaman.

“Itu yang jadi motivasi saya. Kasihan orang-orang ini, mereka mampu bekerja tapi mereka ditipu…” ujar Asti Alimin, Mantri BRI Kantor Cabang Masohi Unit Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Pendekatan Asti lebih menekankan edukasi dan pembangunan jaringan agen BRILink sebelum menawarkan kredit, agar masyarakat memiliki tempat bertransaksi di pulau tanpa harus menyeberang ke kota.

Ia juga menghadapi kebiasaan menyimpan uang secara tradisional, termasuk menyimpan di bantal atau bawah kasur sampai uang rusak karena tikus.

“Saya bilang ke mereka, jangan disimpan begitu, nanti dimakan tikus tidak laku lagi…” tutur Asti Alimin, Mantri BRI Kantor Cabang Masohi Unit Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Asti kemudian mengajari warga menggunakan aplikasi perbankan digital seperti BRImo dan menjelaskan perbedaan antara perbankan resmi dengan praktik rentenir agar masyarakat tidak terjerat utang berbunga tinggi.

Kerja keras tersebut berbuah hasil; dari titik nol Asti kini mengelola lebih dari 700 debitur di wilayah kerjanya.

Akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang didorong oleh pendampingan itu memungkinkan nelayan membeli mesin dengan tenaga lebih besar sehingga hasil tangkapan dan komoditas seperti jahe, kunyit, dan minyak kayu putih dapat dijual langsung ke Ambon dengan harga lebih kompetitif.

Perubahan ekonomi itu juga berdampak pada sektor pendidikan dan masa depan generasi muda, dengan sekitar 28 pemuda di salah satu kampung berhasil lolos menjadi anggota TNI setelah orang tua memiliki modal untuk membiayai persiapan.

“Setiap kali dengar mereka bilang ‘untung ada kamu berani buka akses ke sini’, rasa lelah saya hilang…” ujar Asti Alimin, Mantri BRI Kantor Cabang Masohi Unit Piru, Kabupaten Seram Bagian Barat.

Harapan Asti sederhana namun strategis, yaitu agar perekonomian kepulauan di Maluku tumbuh merata, masyarakat mandiri secara finansial, dan akrab dengan teknologi perbankan.

Corporate Secretary BRI Dhanny menilai kehadiran Mantri BRI seperti Asti menjadi bagian penting dalam memperluas pemerataan layanan keuangan kepada masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

“Kisah Asti Alimin menjadi cerminan semangat para Mantri BRI dalam menghadirkan layanan keuangan hingga ke pelosok negeri…” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

“Di tengah keterbatasan akses dan tantangan alam, BRI membuktikan bahwa selain membuka akses terhadap layanan perbankan, inklusi keuangan juga menghadirkan harapan, mendorong kemandirian, dan membuka peluang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama…” ujar Dhanny, Corporate Secretary BRI.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button