Ekonomi

ESDM Keluarkan Kepmen Turunkan Harga Minyak Mentah Tekan BBM

Jakarta, Maret.id — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan penurunan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) melalui Keputusan Menteri Nomor 319.K/MG.03/MEM.M/2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan harga ICP Juli 2026 turun menjadi 81,68 Dolar AS per barel.

“Penetapan ICP bulan Juli 2026 sebesar US$81,68 per barel mencerminkan dinamika pasar minyak mentah global yang mengalami penyesuaian menyusul meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta pulihnya kembali arus pasokan minyak dunia,” ujar Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pernyataan itu disampaikan Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurut Laode, penyesuaian harga juga terjadi pada sejumlah minyak mentah acuan dunia.

Harga Brent yang diperdagangkan di bursa Intercontinental Exchange (ICE) tercatat 83,97 Dolar AS per barel, turun 0,46 Dolar AS dari 84,43 Dolar AS per barel.

Sementara itu, harga West Texas Intermediate (WTI) di Nymex turun 2,57 Dolar AS menjadi 79,22 Dolar AS per barel dari sebelumnya 81,79 Dolar AS per barel.

Harga Dated Brent juga turun 2,06 Dolar AS menjadi 83,41 Dolar AS per barel dari sebelumnya 85,47 Dolar AS per barel.

Adapun OPEC Basket turun 7 Dolar AS menjadi 82,74 Dolar AS per barel per 30 Juli 2026.

Laode mengatakan penurunan harga minyak tersebut dipengaruhi de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berujung pada gencatan senjata, serta pulihnya jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Berdasarkan data Badan Energi Internasional (IEA), kelancaran logistik di Selat Hormuz menambah pasokan minyak dunia hingga 4,1 juta barel per hari pada Juni 2026.

Kondisi tersebut membawa total produksi minyak global mencapai 98,8 juta barel per hari.

Meski harga minyak menunjukkan tren penurunan, pemerintah tetap mewaspadai potensi volatilitas lanjutan.

Risiko tersebut antara lain berasal dari kemungkinan eskalasi militer skala terbatas serta perubahan stok minyak mentah komersial Amerika Serikat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button