Ekonomi

IHSG Anjlok Rupiah Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS Jelang MSCI

Jakarta, Maret.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa 11 Agustus 2026 dan nilai tukar Rupiah kembali mendekati level Rp18.000 per Dolar AS.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup di level 6.267, merosot 97,9 poin atau 1,59 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Volume transaksi tercatat mencapai 35 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,5 triliun dan frekuensi transaksi mencapai 2,1 juta kali.

Kapitalisasi pasar turun dari Rp11.155 triliun menjadi Rp10.979 triliun, sementara jumlah saham yang melemah mencapai 542, saham yang menguat 141, dan 108 saham tercatat stagnan.

Mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah dengan pelemahan terdalam pada sektor industri sebesar 3,49 persen, diikuti konsumer siklikal 2,68 persen dan teknologi 2,57 persen.

Hanya sektor kesehatan yang mencatatkan kenaikan tipis sebesar 0,19 persen pada penutupan hari ini.

Di jajaran top gainers, PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) melonjak 35 persen ke level Rp108, PT Syailendra Capital Tbk (XSGO) menguat 24,77 persen menjadi Rp1.335, dan PT Calculus Global Ventures Tbk (STAR) menanjak 24,70 persen ke Rp414.

Sebaliknya, top losers dipimpin PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI) yang melemah 14,94 persen menjadi Rp655, diikuti PT SLJ Global Tbk (SULI) turun 14,78 persen ke Rp98 dan PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) merosot 14,50 persen menjadi Rp560.

Di pasar valuta asing, Rupiah ditutup di posisi Rp17.861 per Dolar AS, melemah 106 poin atau 0,60 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

“Pasar bersikap waspada terhadap agenda tinjauan MSCI untuk bulan Agustus 2026 yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026, di mana perubahan penyeimbangan ulang (rebalancing) akan mulai berlaku setelah 31 Agustus,” kata Ibrahim Assuaibi, Pengamat mata uang dan komoditas.

“Tekanan penurunan pasar sedikit tertahan oleh langkah Presiden Prabowo yang menunjuk Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, sebagai calon tunggal pengganti Perry Warjiyo, sehingga meredakan kekhawatiran terkait kepemimpinan,” kata Ibrahim Assuaibi, Pengamat mata uang dan komoditas.

Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan keputusan MSCI dan langkah kebijakan otoritas moneter yang dapat memengaruhi aliran modal dan likuiditas pasar domestik.

Sentimen global serta arah suku bunga internasional juga dipantau oleh investor karena berpotensi memperkuat tekanan pada aset berisiko di pasar keuangan Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button