Ekonomi

Indo Water 2026 Expo Dorong Investasi Sektor Air dan Energi

Jakarta, Maret.id — Pameran lintas sektor Indo Water 2026 Expo & Forum kembali mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, asosiasi, dan mitra strategis dalam satu platform kolaborasi yang menampilkan solusi untuk air, limbah, sampah, energi terbarukan, keamanan, proteksi kebakaran, dan kota cerdas.

Penyelenggaraan yang sukses membuka acara pada hari pertama tersebut dihadiri ribuan pengunjung profesional dari dalam dan luar negeri.

Panitia mencatat area pameran seluas 20.000 meter persegi terisi penuh oleh lebih dari 700 perusahaan peserta dari 23 negara.

Sebagai pionir pameran internasional industri air dan air limbah di Indonesia selama 25 tahun, penyelenggaraan tahun ini didukung oleh lebih dari 30 kementerian, lembaga, asosiasi, akademisi, dan mitra strategis.

Dukungan tersebut memperkuat posisi Indo Water sebagai platform penting untuk mendorong penerapan solusi dan teknologi pada berbagai sektor strategis.

Waste to Energy Forum bertajuk “Enhancing National Efforts Through Regional Governance & Yield Innovation” resmi dibuka oleh Dr. Drs. Safrizal, Z.A, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Forum menekankan perlunya perubahan paradigma pengelolaan sampah dari pembuangan di TPA menuju pengelolaan hulu melalui reduce, reuse, dan recycle serta pengembangan pemanfaatan sampah menjadi sumber daya dan energi.

Safrizal menegaskan peran penting pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif melalui regulasi, penguatan kelembagaan, pendanaan, sarana prasarana, dan fasilitasi kerja sama dengan offtaker dan pelaku usaha.

“Pengembangan waste to energy juga perlu didukung oleh kesiapan tata kelola daerah dan kolaborasi antarpemangku kepentingan agar dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang pengelolaan sampah,” ujar Safrizal, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Salah satu agenda utama, The ASEAN Recycling Summit 3.0 yang diselenggarakan Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), membahas perkembangan industri daur ulang plastik, implementasi ekonomi sirkular, dan penguatan kolaborasi regional.

Acara tersebut dibuka oleh Mr. Kwok Fuk Seng, Ambassador of Singapore to the Republic of Indonesia, dan dihadiri oleh Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, bersama pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, asosiasi, akademisi, serta mitra dari kawasan ASEAN.

Diaz menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk meningkatkan tingkat daur ulang atau recycling rate di Indonesia.

“Saya ingin menekankan kembali betapa pentingnya event ini karena recycling rate kita sebenarnya masih lumayan sedikit. Jadi kita di KLH siap berkolaborasi dengan ADUPI dan Napindo, apa yang perlu kita kerjasamakan supaya recycling rate kita bisa meningkat,” ujar Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Pemerintah menargetkan 100 persen pengelolaan sampah nasional dapat terlaksana dengan baik pada 2029.

Christine Halim, Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI), menegaskan isu sampah plastik dan ekonomi sirkular kini juga terkait pengembangan industri, inovasi teknologi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan emisi, dan penguatan rantai pasok bahan baku berkelanjutan.

Di area pameran hari kedua, rangkaian kegiatan dilengkapi business matching, demonstrasi teknologi, talkshow “Security Management System in High Risk Building” bersama Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI), serta berbagai sesi Spotlight Zone.

Dalam sektor proteksi kebakaran dan penyelamatan, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Provinsi DKI Jakarta menggelar Live Demonstration berupa simulasi penanganan kebakaran interior kendaraan.

Kementerian Lingkungan Hidup melanjutkan program Coaching Clinic, Indonesian Water Association (IdWA) menghadirkan IdWA Training sebagai wadah konsultasi dan edukasi, serta puluhan sesi Technical Product Presentation yang berlangsung hingga penutupan pameran.

Rangkaian kegiatan akan berlanjut hingga Kamis, 13 Agustus 2026, termasuk Indonesia International Water Forum bersama Ikatan Alumni Teknik Lingkungan ITB (IATL-ITB) dan forum “Penerapan Perencanaan Proteksi Kebakaran Berbasis Kinerja pada Bangunan Gedung di Indonesia & Keselamatan Kebakaran Kendaraan Listrik” bersama Indonesian Fire and Rescue Foundation (IFRF).

Spotlight Zone bertajuk “Driving Hydrogen Transition through Student Innovation” oleh Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) akan menampilkan Hydrogen Motorcycle, peraih Juara 1 PLN Innovation & Competition in Electricity (PLN ICE) 2024 yang pernah dipamerkan pada IPA Convex 2026 dan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES).

Napindo mengumumkan komitmen melanjutkan penyelenggaraan seri pameran terkait, yakni Indo Water, Indo Waste & Recycling, Indo Renergy & Electric, Indo Security, Indo Firex, Rescue & Disaster, serta Indonesia International Smart City 2027 Expo & Forum pada 24-26 Agustus 2027 di Nusantara International Convention & Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button