Ekonomi

Tren Konsumsi Bergeser, Tiga Sektor Dorong PDB

Jakarta, Maret.id — Pola konsumsi masyarakat bergeser dari orientasi kepemilikan barang (things first) menuju prioritas pengalaman (experience first), menurut paparan pada UOB Media Editors Circle 2026 di Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.

Perubahan pola ini menjadi sorotan Gede Widhi, Director and Commercial Visa Indonesia, dalam sesi bertajuk “Powering Indonesia’s Next Engine of Growth.”

Menurut Gede, pengalaman kini menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat dalam membelanjakan uang.

“Kalau kita lihat karena experience menjadi sebuah keyword yang di-highlight, tren pertama untuk mendapatkan experience adalah travel yang masih mendominasi; kedua dining atau F&B; dan yang cukup menarik adalah wellness,” ujar Gede Widhi, Director and Commercial Visa Indonesia.

Berdasarkan data Visa, tiga sektor yang paling mencerminkan perubahan tersebut adalah perjalanan (travel), makanan dan minuman (F&B/dining), serta kesehatan dan kebugaran (wellness).

Gede menilai tren wellness semakin menarik terutama di kalangan generasi muda yang mulai mengutamakan aktivitas sehat dibanding konsumsi alkohol.

“Gaya hidup Gen Z kini cenderung memilih aktivitas olahraga dibandingkan konsumsi alkohol,” ujar Gede Widhi, Director and Commercial Visa Indonesia.

Perkembangan kompetisi kebugaran seperti Hyrox menjadi contoh nyata pergeseran preferensi tersebut karena menarik peserta domestik dan internasional.

“Hyrox misalnya tidak hanya menarik peserta domestik, tetapi juga menarik banyak peserta dari luar negeri yang kemudian mengeluarkan pengeluaran di Indonesia,” ujar Gede Widhi, Director and Commercial Visa Indonesia.

Kehadiran peserta luar negeri memperluas dampak ekonominya karena pengeluaran tidak berhenti pada biaya partisipasi, melainkan meluas ke perjalanan, akomodasi, makanan, dan aktivitas lain.

Karena itu, sektor travel, F&B/dining, dan wellness dinilai semakin penting untuk menangkap perubahan perilaku konsumen yang kini mencari pengalaman.

Peralihan dari things first menuju experience first membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menawarkan layanan yang berfokus pada pengalaman, sekaligus mendorong pemulihan dan pertumbuhan sektor pariwisata serta ekonomi kreatif.

“Konsumen tidak hanya membayar untuk memiliki sesuatu, tetapi juga untuk merasakan dan menikmati sebuah pengalaman, sehingga pelaku bisnis harus menyesuaikan penawaran mereka,” ujar Gede Widhi, Director and Commercial Visa Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button