Investor Serbu Saham, Transaksi Tembus Rp1 Triliun di Sesi I

Jakarta, Maret.id — Saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) pada perdagangan siang tercatat berada di level Rp870 per saham hingga pukul 12:58:43 WIB.
Pada hari ini CUAN sempat menyentuh tertinggi Rp885 dan terendah Rp810, sementara posisi terakhir tidak berubah dari penutupan hari sebelumnya di Rp870.
Pergerakan saham terbilang aktif meski tak bergerak dari penutupan; hingga pukul tersebut tercatat volume 1,21 miliar saham, nilai transaksi Rp1,02 triliun, dan frekuensi 95.320 kali.
Sebagai perbandingan, pada perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026, CUAN dibuka di Rp730, bergerak antara Rp720–Rp880, dan ditutup di Rp870.
Pada hari itu volume mencapai 1,70 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,37 triliun dan frekuensi 145.611 kali.
Hingga sesi I hari ini, volume sudah mencapai sekitar 71 persen dari volume Rabu, nilai transaksi sekitar 75 persen, dan frekuensi sekitar 65 persen dari perdagangan sehari sebelumnya.
Rentang harga hari ini lebih sempit yakni Rp75 dari Rp810 hingga Rp885, sementara rentang Rabu mencapai Rp160 dari Rp720 hingga Rp880.
Dibandingkan penutupan Rabu, harga tertinggi hari ini meningkat sekitar 1,72 persen sedangkan harga terendah sempat turun sekitar 6,90 persen sebelum kembali ke level penutupan Rp870 pada pukul 12:58:43 WIB.
CUAN adalah saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk, perusahaan induk yang beroperasi di sektor pertambangan, mineral, energi, dan infrastruktur.
Portofolionya meliputi pertambangan batu bara termal dan metalurgi, emas, perak, pasir silika, serta bisnis jasa pertambangan, infrastruktur pendukung, logistik dan pengangkutan batu bara, hingga pembangkit listrik.
Aktivitas perdagangan besar hari ini juga terjadi setelah adanya pembelian saham oleh pemegang saham mayoritas Prajogo Pangestu.
Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia tanggal 11 Agustus 2026 tercatat Prajogo Pangestu membeli 51,7 juta saham CUAN pada kisaran harga Rp680–Rp740 per saham untuk tujuan investasi pribadi dengan status kepemilikan langsung.
Setelah transaksi tersebut kepemilikan Prajogo meningkat menjadi 90.404.898.700 saham atau 80,4178 persen dari sebelumnya 90.353.198.700 saham atau 80,3718 persen.
Transaksi mayoritas tersebut dan tingginya likuiditas intraday berpotensi mempengaruhi sentimen investor dan pemantauan likuiditas pada sisa sesi perdagangan.





