Ekonomi

Bursa Eropa Variatif, Kinerja Emiten Tahan Tekanan Komoditas

Jakarta, Maret.id — Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, setelah kinerja korporasi yang solid bertabrakan dengan anjloknya harga komoditas dan ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Indeks Euro STOXX 50 menguat 0,2 persen ke level 6.544, sementara STOXX Europe 600 terkoreksi tipis ke 659.

Di Jerman, DAX 40 melemah ke 26.292 dengan tekanan berasal dari saham otomotif; Volkswagen turun 1,3 persen dan Mercedes-Benz turun 1,5 persen.

FTSE 100 Inggris merosot lebih dari 0,5 persen akibat pelemahan saham sektor pertambangan dan energi, sedangkan CAC 40 Prancis terkoreksi 0,3 persen ke 8.651 seiring penurunan saham barang mewah.

Kinerja korporasi menjadi penopang pasar, dengan Adyen melonjak 16,4 persen setelah menaikkan proyeksi pendapatan tahunan.

Maersk melesat 9,4 persen setelah melaporkan laba di atas ekspektasi, sementara produsen chip ASML menguat 2,7 persen didorong optimisme terkait investasi infrastruktur kecerdasan buatan.

Di bursa Jerman, saham Continental naik 3 persen dan RWE menguat 2,5 persen sehingga membantu meredam tekanan pasar regional.

Pelemahan harga emas, perak, dan tembaga memberatkan saham pertambangan Inggris; Antofagasta anjlok 6 persen dan Rio Tinto turun 4,7 persen.

Sektor energi juga terdampak oleh penurunan harga minyak mentah, dengan Shell dan BP masing-masing terkoreksi 1,2 persen dan 1,7 persen.

Sentimen pasar dibayangi ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait jalur pelayaran di Selat Hormuz yang mendorong kenaikan harga energi dan kekhawatiran inflasi.

Inflasi zona euro tercatat 2,9 persen pada bulan lalu, mendorong spekulasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) mungkin akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan bulan depan.

Investor kini menimbang hasil korporasi yang kuat dengan risiko dari pergerakan harga komoditas dan ketidakpastian geopolitik, sehingga volatilitas pasar berpotensi meningkat dalam beberapa pekan mendatang.

Pasar akan terus mengamati perkembangan harga energi, data inflasi berikutnya, dan keputusan kebijakan moneter ECB yang menjadi penentu arah jangka menengah.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button