Ekonomi

OpenAI Kehilangan Dua Eksekutif Senior, Tekanan Investor

Jakarta, Maret.id — OpenAI kembali dicatat mengalami pengunduran diri di level eksekutif setelah Chief Revenue Officer Denise Dresser mengumumkan kepergiannya, Jumat, 13 Agustus 2026. Dresser memutuskan mundur delapan bulan setelah bergabung pada Desember 2025 dan akan digantikan oleh Dali Rajic, mantan presiden sekaligus Chief Operating Officer Wiz. “Dia pergi untuk mengejar peluang lain…” ujar OpenAI, juru bicara perusahaan.

Dalam pesan perpisahannya di LinkedIn, Dresser menyatakan kebanggaannya atas kesempatan bekerja di OpenAI. “Kesempatan untuk bekerja langsung dengan teknologi paling transformatif di dunia sungguh luar biasa…” ujar Denise Dresser, mantan Chief Revenue Officer OpenAI.

Keputusan mundurnya Dresser datang beberapa hari setelah pengumuman persetujuan pengunduran diri eksekutif senior Brad Lightcap. Lightcap telah berkarya sekitar delapan tahun di OpenAI dan dikenal sebagai salah satu eksekutif paling dekat dengan CEO Sam Altman.

Dresser direkrut dari Salesforce setelah lebih dari satu dekade berkarier di perusahaan itu sebelum bergabung dengan OpenAI pada Desember 2025. Pada April, Dresser mendapat tanggung jawab yang sebelumnya banyak ditangani Lightcap ketika peran Lightcap difokuskan pada proyek khusus.

Perombakan kepemimpinan ini terjadi saat OpenAI memperkuat lini bisnis korporasi dan menghadapi persaingan dari Anthropic. Pengembangan bisnis korporasi menjadi salah satu fokus utama yang ditangani Dresser sejak menjabat.

Pada Januari, CFO OpenAI Sarah Friar melaporkan pelanggan korporasi menyumbang sekitar 40 persen dari pendapatan perusahaan. Sarah Friar memperkirakan kontribusi pelanggan korporasi itu akan mendekati 50 persen pada akhir tahun.

Pada April, Dresser menilai bisnis korporasi OpenAI sedang berada di jalur yang sesuai untuk mencapai target pertumbuhan. “Bisnis korporasi OpenAI berada di jalur yang tepat untuk mencapai target tersebut…” ujar Denise Dresser, saat menjabat Chief Revenue Officer OpenAI.

Selain Dresser dan Lightcap, Kepala Produk dan Bisnis Fidji Simo juga mengumumkan pengunduran dirinya bulan lalu. Pada April, tiga eksekutif lain turut meninggalkan perusahaan, menambah gelombang perpindahan di level atas.

Rangkaian pengunduran diri ini terjadi ketika OpenAI memasuki fase penting menuju pasar modal setelah secara rahasia mengajukan prospektus IPO ke Securities and Exchange Commission pada Juni. Perusahaan sebelumnya menutup putaran pendanaan pada Maret dengan valuasi sekitar 852 miliar Dolar AS, menempatkan tekanan pada kebutuhan untuk menunjukkan pertumbuhan yang kuat menjelang penawaran umum perdana.

Meskipun mengundurkan diri, Dresser akan tetap membantu tim selama masa transisi untuk memastikan kelancaran alih tugas. “Tidak ada yang bekerja lebih keras daripada tim ini. Saya sangat berterima kasih kepada kalian semua,” ujar Denise Dresser, mantan Chief Revenue Officer OpenAI.

Perubahan manajemen ini diprediksi memengaruhi strategi go-to-market OpenAI dan penguatan hubungan dengan pelanggan korporasi di tengah persaingan global. Investor dan pengamat industri kini mengamati bagaimana penerus Dresser akan melanjutkan akselerasi pendapatan menjelang langkah perusahaan ke bursa.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button