Ekonomi

Saham Netflix Melonjak 5,43 Persen Didorong oleh Bill Ackman

Jakarta, Maret.id — Saham Netflix (NFLX) mencuri perhatian di pasar saham Amerika Serikat setelah melonjak lebih dari 5 persen dalam satu sesi perdagangan.

Kenaikan ini terjadi setelah investor miliarder Bill Ackman kembali membeli saham perusahaan streaming tersebut melalui Pershing Square Capital Management.

Pada penutupan perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026, saham Netflix ditutup di 78,24 Dolar AS, naik 5,43 persen atau 4,03 persen.

Saham sempat menyentuh level tertinggi harian 78,40 Dolar AS setelah dibuka di 76,01 Dolar AS. Dalam perdagangan setelah jam bursa, saham kembali naik 0,50 persen menjadi 78,63 Dolar AS.

Pershing Square mengungkapkan kepemilikan baru sebanyak 3,15 juta saham Netflix, yang setara dengan sekitar 4,9 persen dari portofolio investasinya.

“Netflix pada dasarnya telah memenangkan perang streaming…” ujar Pershing Square Capital Management, manajemen investasi.

Perusahaan investasi tersebut memperkirakan Netflix masih mampu mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit sekaligus meningkatkan margin keuntungan.

Optimisme pasar juga didukung perkembangan bisnis iklan Netflix. Komitmen belanja iklan tahunan yang berhasil diamankan Netflix disebut hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski melonjak pada perdagangan terbaru, kinerja saham Netflix sepanjang tahun ini masih berada di zona merah. Saham Netflix tercatat turun sekitar 15,1 persen sejak awal tahun.

Tekanan terhadap saham sebelumnya muncul setelah Netflix memberikan proyeksi pendapatan kuartal III yang lebih rendah dari ekspektasi Wall Street. Netflix memperkirakan pendapatan kuartal III sekitar 12,86 miliar Dolar AS, dengan pertumbuhan sekitar 11 persen berdasarkan kurs konstan.

Proyeksi tersebut memicu kekhawatiran investor mengenai perlambatan pertumbuhan Netflix. Kekhawatiran semakin besar setelah perusahaan mengubah publikasi laporan “What We Watched” dari dua kali setahun menjadi satu kali setahun.

Laporan tersebut selama ini menjadi salah satu indikator yang digunakan investor untuk melihat perkembangan jumlah penonton dan tren konsumsi konten Netflix.

Sebelumnya, Netflix membukukan pendapatan kuartal II sebesar 12,56 miliar Dolar AS, atau meningkat sekitar 13,37 persen secara tahunan. Data pada perdagangan terbaru juga menunjukkan laba per saham Netflix berhasil mengalahkan ekspektasi pasar.

Dengan masuknya kembali Pershing Square, pasar kini mendapat sinyal positif mengenai prospek jangka panjang Netflix. Namun, investor tetap perlu memperhatikan apakah pertumbuhan pendapatan, bisnis iklan, dan margin keuntungan perusahaan mampu memenuhi ekspektasi tinggi tersebut.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button